Akibat Blokade Houthi, Pendapatan Terusan Suez Anjlok 40%

Minggu, 14 Januari 2024 - 20:28 WIB
loading...
Akibat Blokade Houthi,...
Pendapatan Terusan Suez Mesir anjlok 40% akibat krisis Laut Merah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pendapatan yang dihasilkan oleh Terusan Suez Mesir mengalami penurunan sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya dalam11 hari pertama tahun 2024. Hal itu diungkapkan Kepala Otoritas Terusan Suez, Osama Rabie, awal pekan ini.

Lalu lintas kapal melalui arteri maritim yang menghubungkan Mediterania dan Laut Merah itu turun 30% antara 1 Januari dan 11 Januari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Rabie, jumlah kapal yang melintasi Terusan Suez turun menjadi 544 dalam 11 hari pertama tahun ini dibandingkan 777 pada periode setara 2023.

Baca Juga: Serangan Houthi Bikin Biaya Angkutan Kargo Pelayaran Meroket 300%

Sementara, jalur mengelilingi Afrika yang diambil kapal-kapal kargo saat ini untuk menghindari Laut Merah membuat jangka waktu pengangkutan kargo meningkat setidaknya dua minggu. Sementara, biaya pengiriman barang dan asuransi juga ikut meningkat.

"Tanjung Harapan bukanlah rute yang aman untuk dilintasi kapal saat ini, terutama mengingat cuaca buruk dan durasi penyeberangan yang lama," kata Rabie seperti dilansir RT, Minggu (14/1/2024). Selain itu, kata dia, navigasi di sekitar benua Afrika akan menambah kerugian berupa 15 hari tambahan dibandingkan melewati Terusan Suez.

Terusan Suez merupakan sumber valas utama bagi Mesir. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah negara tersebut telah berusaha keras untuk meningkatkan pendapatan dengan mengizinkan kapal komersial melewatinya. Rute ini diperluas pada tahun 2015, dan perluasan lebih lanjut sedang berlangsung.

Baca Juga: 6 Alasan Houthi Ingin Berperang Melawan Amerika Serikat

Pada bulan Juni, Terusan Suez Mesir membukukan pendapatan tahunan tertinggi sepanjang masa sebesar USD9,4 miliar pada tahun fiskal 2022-2023, naik dari USD7 miliar yang tercatat pada tahun sebelumnya. Saat itu, sebanyak 25.887 kapal yang membawa 1,5 miliar ton kargo melewati rute tersebut, yang merupakan jumlah tertinggi yang pernah tercatat.

Namun, pada akhir tahun lalu, lalu lintas kargo melalui salah satu jalur perdagangan penting dunia turun 28% akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Serangan menjadi lebih sering terjadi setelah Houthi melakukan blokade de facto melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Kelompok Houthi menyerang kapal-kapal yang diduga terkait dengan Israel sebagai bentuk solidaritasnya terhadap Palestina.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beli Minyak Dunia Susah,...
Beli Minyak Dunia Susah, Bahlil Cerita 2 Kargo Indonesia Diminta Putar Balik
Israel Sepakat Guyur...
Israel Sepakat Guyur Mesir dengan Pasokan Gas Terbesar dalam Sejarah, Nilainya Rp563 Triliun
Tak Peduli Negara Asal,...
Tak Peduli Negara Asal, Houthi Bakal Serang Semua Kapal Dagang terkait Israel
Laut Merah Kembali Memanas,...
Laut Merah Kembali Memanas, Houthi Tenggelamkan Kapal Dagang Eternity C
Kapal Kargo Milik Perusahaan...
Kapal Kargo Milik Perusahaan Inggris Dibom Israel di Wilayah Yaman
Tarif Kargo Bahan Bakar...
Tarif Kargo Bahan Bakar Melejit Imbas Perang Iran-Israel, Capai Rp898 Juta per Hari
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Rekomendasi
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved