Efek Krisis Laut Merah Dinilai Lebih Buruk dari Pandemi

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:28 WIB
loading...
A A A
Meningkatnya risiko serangan di Laut Merah telah memaksa perusahaan pelayaran besar menghindari Terusan Suez, rute kargo tercepat dari Asia ke Eropa. Jalur laut ini biasanya mencakup 15% pelayaran komersial dunia.

Baca Juga: Biden Akui Serangan Udara AS Gagal Hentikan Houthi Yaman Hadang Kapal

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman telah melakukan puluhan serangan drone dan rudal di Laut Merah sejak awal perang Israel-Hamas Oktober lalu. Kelompok tersebut berjanji akan melanjutkan aksi mereka sampai konflik berakhir dan blokade Israel terhadap Gaza dicabut.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah melancarkan kampanye pengeboman di Yaman dengan tujuan melindungi perdagangan maritim di Laut Merah. Namun, hal itu tak mengendurkan perlawanan dan serangan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Setelah serangan udara Barat, juru bicara Houthi mengumumkan bahwa sebuah kapal Amerika menjadi sasaran mereka. Minggu ini, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo milik AS Genco Picardy.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Eskalasi Timur Tengah...
Eskalasi Timur Tengah Ancam Rantai Pasok Energi dan Investasi Global
UNIFAM Targetkan Akselerasi...
UNIFAM Targetkan Akselerasi Bisnis Melalui Penguatan Rantai Pasok dan Inovasi Produk
Biaya Operasional Membengkak,...
Biaya Operasional Membengkak, Industri Penyeberangan Terancam Karam
Lampaui Target, Investasi...
Lampaui Target, Investasi Riil Rp69 Triliun Mengalir ke Batam
Menuju Pelayaran Lebih...
Menuju Pelayaran Lebih Aman, BKI Gelar Sosialisasi Penerimaan Kapal Baru dan Kapal Lama
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Dukung Iran, Kelompok...
Dukung Iran, Kelompok Houthi Yaman Ikut Intervensi Konflik Timur Tengah
Bantu Iran Melawan AS-Israel,...
Bantu Iran Melawan AS-Israel, Houthi Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved