Efek Krisis Laut Merah Dinilai Lebih Buruk dari Pandemi

Sabtu, 20 Januari 2024 - 14:28 WIB
loading...
Efek Krisis Laut Merah...
Serangan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah dinilai berdampak lebih buruk dari pandemi Covid-19 lalu. Foto/X/AnsarAllah
A A A
JAKARTA - Krisis yang tengah berlangsung terhadap pelayaran di Laut Merah dinilai lebih merusak bagi rantai pasokan global dibandingkan dampak pandemi Covid-19. Penilaian itu didasarkan pada analisis data yang dilakukan perusahaan penasihat maritim, Sea-Intelligence.

Sea-Intelligence menganalisis penundaan kapal saat ini dibandingkan dengan penundaan yang terjadi beberapa tahun terakhir. Statistik yang dikeluarkan pada Kamis (18/1) lalu menunjukkan bahwa transit yang lebih lama di sekitar Tanjung Harapan di Afrika bagian selatan akibat beralihnya kapal-kapal dari Laut Merah sudah berdampak lebih signifikan bagi ketersediaan kapal untuk mengambil kontainer di pelabuhan dibandingkan selama periode Covid-19.

Baca Juga: Pelayaran Laut Merah Kacau Balau, Ganggu Perdagangan Global

Menurut laporan tersebut, penurunan kapasitas kapal saat ini merupakan yang terbesar kedua dalam beberapa tahun terakhir. Satu-satunya peristiwa dengan dampak yang lebih besar dari krisis saat ini adalah terblokirnya Terusan Suez oleh kapal kontainer Ever Given yang kandas selama 6 hari pada Maret tahun lalu.

Menurut CNBC, Sea-Intelligence dan organisasi maritim lainnya memperkirakan sekitar 10% armada dunia saat ini tidak beroperasi. "Jika kapal tambahan dikerahkan, hal ini dapat memperbaiki ketidakseimbangan ketersediaan kapal dan meningkatkan kepastian jadwal kapal," tulis outlet tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Eskalasi Timur Tengah...
Eskalasi Timur Tengah Ancam Rantai Pasok Energi dan Investasi Global
UNIFAM Targetkan Akselerasi...
UNIFAM Targetkan Akselerasi Bisnis Melalui Penguatan Rantai Pasok dan Inovasi Produk
Biaya Operasional Membengkak,...
Biaya Operasional Membengkak, Industri Penyeberangan Terancam Karam
Lampaui Target, Investasi...
Lampaui Target, Investasi Riil Rp69 Triliun Mengalir ke Batam
Menuju Pelayaran Lebih...
Menuju Pelayaran Lebih Aman, BKI Gelar Sosialisasi Penerimaan Kapal Baru dan Kapal Lama
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Dukung Iran, Kelompok...
Dukung Iran, Kelompok Houthi Yaman Ikut Intervensi Konflik Timur Tengah
Bantu Iran Melawan AS-Israel,...
Bantu Iran Melawan AS-Israel, Houthi Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Berita Terkini
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved