S&P 500 Terus Perpanjang Rekor, Wall Street Masih Menguat Diwarnai Kejatuhan Saham Tesla
Jum'at, 26 Januari 2024 - 07:59 WIB
loading...
Wall Street pada perdagangan, Kamis (25/1) waktu setempat berakhir menguat ketika S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa untuk sesi kelima kalinya berturut-turut. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wall Street pada perdagangan, Kamis (25/1) waktu setempat berakhir menguat ketika S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa untuk sesi kelima kalinya berturut-turut. Hal itu terjadi setelah data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS (Amerika Serikat) yang kuat pada kuartal IV/2023 untuk menjadi sentimen positif.
Sementara itu sentimen negatif muncul dari kejatuhan saham produsen mobil listrik papan atas, Tesla menyusul proyeksi penjualan yang mengecewakan. Baca Juga: Mengejutkan, Ekonomi AS di Kuartal IV 2023 Tumbuh Lebih Cepat dari Perkiraan
Mengutip Reuters hari ini, indeks S&P 500 naik 0,53% untuk mengakhiri sesi ke level 4.894,16. Kemudian Nasdaq menguat 0,18% menjadi 15.510,50 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,64% di posisi 38.049,13.
Kenaikan tersebut memperpanjang reli di mana S&P 500 (.SPX), baru-baru ini mencapai rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Terangkat oleh optimisme terhadap perekonomian dan suku bunga yang lebih rendah.
Baca Juga: Wall Street Mixed Saat S&P 500 Cetak Rekor Penutupan Tertinggi 3 Kali Beruntun
Sementara itu sentimen negatif muncul dari kejatuhan saham produsen mobil listrik papan atas, Tesla menyusul proyeksi penjualan yang mengecewakan. Baca Juga: Mengejutkan, Ekonomi AS di Kuartal IV 2023 Tumbuh Lebih Cepat dari Perkiraan
Mengutip Reuters hari ini, indeks S&P 500 naik 0,53% untuk mengakhiri sesi ke level 4.894,16. Kemudian Nasdaq menguat 0,18% menjadi 15.510,50 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,64% di posisi 38.049,13.
Kenaikan tersebut memperpanjang reli di mana S&P 500 (.SPX), baru-baru ini mencapai rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Terangkat oleh optimisme terhadap perekonomian dan suku bunga yang lebih rendah.
Baca Juga: Wall Street Mixed Saat S&P 500 Cetak Rekor Penutupan Tertinggi 3 Kali Beruntun
Lihat Juga :