S&P 500 Terus Perpanjang Rekor, Wall Street Masih Menguat Diwarnai Kejatuhan Saham Tesla
Jum'at, 26 Januari 2024 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Saham Tesla (TSLA.O) merosot 12% ke level terendah sejak Mei 2023 setelah CEO Elon Musk memperingatkan, penjualan akan melambat tahun ini meskipun ada potongan harga yang merugikan marginnya. Hal ini menjadikan nilai pasar saham pembuat mobil listrik tersebut sekitar USD580 miliar, di bawah Eli Lilly (LLY.N) dan tepat di atas Broadcom (AVGO.O).
Sedangkan perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal akhir 2023 di tengah kuatnya belanja konsumen. Kabar itu mengacaukan prediksi resesi setelah Federal Reserve (bank sentral AS) secara agresif menaikkan suku bunga, dengan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%.
“PDB merupakan kejutan yang baik bagi pasar karena tidak ada masalah inflasi, dan konsumen terus membelanjakan uangnya,” kata Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di U.S. Bank Asset Management Group.
“Jadi ada lebih banyak dukungan terhadap narasi bahwa pendapatan perusahaan dan pertumbuhan penjualan harus lebih baik seiring kita melangkah maju," sambungnya.
Selanjutnya hasil kuartalan dari Apple (AAPL.O), Microsoft (MSFT.O), Amazon (AMZN.O), Alfabet (GOOGL.O) dan Meta Platform (META.O) pada pekan depan akan memberi investor gambaran sekilas apakah valuasi tinggi perusahaan kelas berat dapat dibenarkan menyusul lonjakan saham mereka sejak Wall Street mencapai titik terendah pada tahun 2022.
Sedangkan perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal akhir 2023 di tengah kuatnya belanja konsumen. Kabar itu mengacaukan prediksi resesi setelah Federal Reserve (bank sentral AS) secara agresif menaikkan suku bunga, dengan pertumbuhan setahun penuh sebesar 2,5%.
“PDB merupakan kejutan yang baik bagi pasar karena tidak ada masalah inflasi, dan konsumen terus membelanjakan uangnya,” kata Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di U.S. Bank Asset Management Group.
“Jadi ada lebih banyak dukungan terhadap narasi bahwa pendapatan perusahaan dan pertumbuhan penjualan harus lebih baik seiring kita melangkah maju," sambungnya.
Selanjutnya hasil kuartalan dari Apple (AAPL.O), Microsoft (MSFT.O), Amazon (AMZN.O), Alfabet (GOOGL.O) dan Meta Platform (META.O) pada pekan depan akan memberi investor gambaran sekilas apakah valuasi tinggi perusahaan kelas berat dapat dibenarkan menyusul lonjakan saham mereka sejak Wall Street mencapai titik terendah pada tahun 2022.
Lihat Juga :