Boikot Produk Pro Israel Paksa Brand Raksasa AS Telan Kerugian di Timur Tengah

Sabtu, 27 Januari 2024 - 13:07 WIB
loading...
A A A
"Sejauh ini, apakah McDonald's atau Starbucks, mereka terluka. (Persepsi bahwa Washington mendukung Israel) benar-benar mempengaruhi perusahaan-perusahaan ini karena Amerika terlibat," kata Fawaz Gerges, profesor politik Timur Tengah di London School of Economics dilansir Bloomberg.

Di sisi lain brand lokal merasakan peningkatan bisnis karena aksi boikot. Diterangkan kedai kopi rumahan di Kuwait, mendapati pendapatan mereka melonjak selama tiga bulan terakhir, karena pelanggan sebagian besar berhenti mengunjungi Starbucks.

Jaringan kopi Yordania Astrolabe juga mencetak peningkatan penjualan sebesar 30%, menurut pemiliknya Moath Fauri. Dia juga menekankan, dalam rantai pasokan, tokonya tidak lagi memakai produk Amerika dan Prancis dan sebagai gantinya membeli dari sumber-sumber lokal.

Di Mesir, merek soda lokal, Spiro Spathis melihat penjualan meroket, seperti disampaikan Direktur Komersial Youssef Atwan. "Tiba-tiba kami dibombardir dengan pesanan dari supermarket hingga restoran, kami berusaha keras untuk mengatasi lonjakan permintaan. Klien akan pergi ke restoran dan meminta merek kami atau setidaknya menolak untuk minum yang ada dalam daftar boikot," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Tagihan Kerusakan Perang...
Tagihan Kerusakan Perang AS-Iran Tembus Rp987 Triliun, 5 Negara Arab Dituntut Ganti Rugi
Hindari Timur Tengah,...
Hindari Timur Tengah, 40% Kapal Global Kini Isi BBM di Bunker Mauritius
Raksasa Migas AS Tumbang?...
Raksasa Migas AS Tumbang? Rugi Miliaran Dolar Akibat Perang Iran, Produksi Anjlok!
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved