KAI Angkut 63 Juta Ton Barang di 2023, Paling Banyak Batu Bara
Senin, 29 Januari 2024 - 13:24 WIB
loading...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan kinerja sektor angkutan barang. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan hasil positif pada kinerja sektor angkutan barang. KAI mengangkut lebih 63 juta ton barang di 2023 atau meningkat 10 persen dibandingkan 2022, yaitu 58 juta ton.
"Hal ini langsung dimanfaatkan oleh KAI dengan melakukan upaya penambahan perjalanan kereta api barang dari 322 perjalanan KA Barang di tahun 2022 menjadi 328 KA di tahun 2023," ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangan resmi, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: LRT Jabodebek Resmi Ditetapkan Jadi Objek Vital Nasional
Dia mengatakan naiknya angkutan barang tahun lalu dikarenakan adanya peningkatan permintaan pangsa pasar terkait angkutan barang di Indonesia. Komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi adalah batu bara, naik 12 persen dari 45,4 juta ton menjadi 51,0 juta ton. Peningkatan juga terjadi pada angkutan retail, naik 9 persen dari 208.980 ton menjadi 228.631 ton. Tren positif pun terjadi pada komoditas lain seperti semen dan klinker, BBM, serta komoditas-komoditas lainnya.
KAI melayani berbagai komoditas angkutan barang seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, perkebunan, pupuk, retail, dan lainnya. Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.
"Kelebihan kereta api salah satunya adalah kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer. Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 60 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk butuh kurang lebih 120 truk," kata Joni.
Pada 2024, KAI menargetkan mengangkut 68,3 juta ton atau naik 7 persen dibandingkan tahun 2023. KAI akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan volume dan kinerja angkutan barang menggunakan kereta api.
"Hal ini langsung dimanfaatkan oleh KAI dengan melakukan upaya penambahan perjalanan kereta api barang dari 322 perjalanan KA Barang di tahun 2022 menjadi 328 KA di tahun 2023," ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangan resmi, Senin (29/1/2024).
Baca Juga: LRT Jabodebek Resmi Ditetapkan Jadi Objek Vital Nasional
Dia mengatakan naiknya angkutan barang tahun lalu dikarenakan adanya peningkatan permintaan pangsa pasar terkait angkutan barang di Indonesia. Komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi adalah batu bara, naik 12 persen dari 45,4 juta ton menjadi 51,0 juta ton. Peningkatan juga terjadi pada angkutan retail, naik 9 persen dari 208.980 ton menjadi 228.631 ton. Tren positif pun terjadi pada komoditas lain seperti semen dan klinker, BBM, serta komoditas-komoditas lainnya.
KAI melayani berbagai komoditas angkutan barang seperti peti kemas, batu bara, semen, BBM, perkebunan, pupuk, retail, dan lainnya. Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki berbagai keunggulan seperti ketepatan waktu, keamanan, kapasitas besar, bebas pungutan liar, dan dikelola oleh SDM yang profesional.
"Kelebihan kereta api salah satunya adalah kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer. Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 60 gerbong atau 3.000 ton sekaligus. Jika diangkut truk butuh kurang lebih 120 truk," kata Joni.
Pada 2024, KAI menargetkan mengangkut 68,3 juta ton atau naik 7 persen dibandingkan tahun 2023. KAI akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan volume dan kinerja angkutan barang menggunakan kereta api.
Lihat Juga :