182 Perusahaan Pembiayaan Sudah Ajukan Restrukturisasi Kredit
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:03 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan pemantauan terhadap program restrukturisasi kredit sebagai dampak pandemi virus corona (Covid-19).
Berdasarkan hasil pemantauan hingga 11 Agustus 2020, progress penerapan program restrukturisasi terhadap debitur terdampak Covid-19 dari 182 Perusahaan Pembiayaan (PP), terdapat pengajuan permohonan restrukturisasi dengan jumlah kontrak sebanyak 4.823.271 dan total outstanding pokok sebesar Rp150,43 Triliun.
Sedangkan bunga sebesar Rp38,03 Triliun yang terdiri dari kontrak yang permohonannya masih dalam proses sebanyak 350.140 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp16,34 Triliun dan bunga sebesar Rp3,90 Triliun.
Selain itu, kontrak yang disetujui oleh PP untuk dilakukan restrukturisasi sebanyak 4.187.726 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp124,34 Triliun dan bunga sebesar Rp31,73 Triliun. (Baca juga: Penurunan Suku Bunga, Ekonom: Tidak Menjamin Meningkatnya Penyaluran Kredit )
"Sementara kontrak yang permohonannya tidak sesuai dengan kriteria sebanyak 285.405 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp9,75 Triliun dan bunga sebesar Rp2,40 Triliun," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB II B OJK - Bambang W. Budiawan saat acara InfobankTalkNews Media Discussion di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Berdasarkan hasil pemantauan hingga 11 Agustus 2020, progress penerapan program restrukturisasi terhadap debitur terdampak Covid-19 dari 182 Perusahaan Pembiayaan (PP), terdapat pengajuan permohonan restrukturisasi dengan jumlah kontrak sebanyak 4.823.271 dan total outstanding pokok sebesar Rp150,43 Triliun.
Sedangkan bunga sebesar Rp38,03 Triliun yang terdiri dari kontrak yang permohonannya masih dalam proses sebanyak 350.140 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp16,34 Triliun dan bunga sebesar Rp3,90 Triliun.
Selain itu, kontrak yang disetujui oleh PP untuk dilakukan restrukturisasi sebanyak 4.187.726 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp124,34 Triliun dan bunga sebesar Rp31,73 Triliun. (Baca juga: Penurunan Suku Bunga, Ekonom: Tidak Menjamin Meningkatnya Penyaluran Kredit )
"Sementara kontrak yang permohonannya tidak sesuai dengan kriteria sebanyak 285.405 kontrak dengan total outstanding pokok sebesar Rp9,75 Triliun dan bunga sebesar Rp2,40 Triliun," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB II B OJK - Bambang W. Budiawan saat acara InfobankTalkNews Media Discussion di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Lihat Juga :