Biang Kerok Krisis Properti China, Evergrande Bakal Dibubarkan
Rabu, 31 Januari 2024 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
Dokumen pengadilan menujukkan kreditur luar negeri berhutang USD25 miliar dan salah satu dari mereka Top Shine Global mengajukan permohonan pembubaran terhadap Evergrande di Hong Kong pada bulan Juni 2022 dalam upaya untuk memulihkan sebagian kerugian.
Pengadilan telah menunjuk Alvarez dan Marsal sebagai likuidator untuk mengelola perusahaan, kata Evergrande dalam sebuah pengajuan ke bursa saham Hong Kong. Kurator akan memiliki wewenang untuk menyita aset-aset Evergrande di Hong Kong seperti menara perkantoran grup yang terletak di distrik komersial Wan Chai dan menjualnya untuk menggalang dana, tetapi implikasinya terhadap bisnis perusahaan yang sangat luas masih belum jelas.
CEO Evergrande, Xiao En, mengatakan perintah likuidasi tersebut tidak mempengaruhi operasi anak perusahaan yang merupakan badan hukum independen, termasuk bisnis pengembangan properti utama, Hengda Real Estate Group, yang memiliki sebagian besar asetnya di daratan China.
Baca Juga: Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu
"Saat ini, sistem manajemen dan operasi Hengda Real Estate Group dan anak perusahaan domestik dan luar negeri lainnya sebagai badan hukum independen tetap tidak berubah," katanya kepada 21st Century Business Herald.
Pengadilan telah menunjuk Alvarez dan Marsal sebagai likuidator untuk mengelola perusahaan, kata Evergrande dalam sebuah pengajuan ke bursa saham Hong Kong. Kurator akan memiliki wewenang untuk menyita aset-aset Evergrande di Hong Kong seperti menara perkantoran grup yang terletak di distrik komersial Wan Chai dan menjualnya untuk menggalang dana, tetapi implikasinya terhadap bisnis perusahaan yang sangat luas masih belum jelas.
CEO Evergrande, Xiao En, mengatakan perintah likuidasi tersebut tidak mempengaruhi operasi anak perusahaan yang merupakan badan hukum independen, termasuk bisnis pengembangan properti utama, Hengda Real Estate Group, yang memiliki sebagian besar asetnya di daratan China.
Baca Juga: Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu
"Saat ini, sistem manajemen dan operasi Hengda Real Estate Group dan anak perusahaan domestik dan luar negeri lainnya sebagai badan hukum independen tetap tidak berubah," katanya kepada 21st Century Business Herald.
Lihat Juga :