MNC Sky Vision Optimistis Pertumbuhan Revenue 2023 di Kisaran 10-15 Persen
Kamis, 01 Februari 2024 - 18:56 WIB
loading...
Jelang rilis laporan keuangan tahun buku 2023, manajemen PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha di kisaran 10-15%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Jelang rilis laporan keuangan tahun buku 2023, manajemen PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha di kisaran 10-15%. Sepanjang tahun lalu, MSKY fokus menyediakan layanan TV berlangganan berbasis DTH (direct to the home) di Indonesia dengan 1,3 juta pelanggan.
Adapun segmen penyiaran program televisi berlangganan masih mendominasi penghasilan perusahaan, sementara penyiaran iklan mengekor posisi kedua. Baca Juga: Saham MNC Sky Vision Terbang 82% Sepanjang 2024, Manajemen MSKY Buka Suara
“Pasti ada growth dari tahun sebelumnya. Kita mengharapkan growthnya minimal sekitar 10-15%,” kata Direktur Utama MSKY, Hari Susanto saat ditemui selepas Public Expose Insidentil, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, MNC Sky Vision Bidik Jutaan Pelanggan lewat Jaringan LCO
Pengembangan kemitraan menjadi cara jitu MSKY memaksimalkan revenue. Selain kerjasama dengan teknisi lepasan hingga penjual parabola, perseroan fokus menjangkau segmen pemasaran televisi berbayar lebih luas terutama di kota-kota tier 2 dan tier 3.
Adapun segmen penyiaran program televisi berlangganan masih mendominasi penghasilan perusahaan, sementara penyiaran iklan mengekor posisi kedua. Baca Juga: Saham MNC Sky Vision Terbang 82% Sepanjang 2024, Manajemen MSKY Buka Suara
“Pasti ada growth dari tahun sebelumnya. Kita mengharapkan growthnya minimal sekitar 10-15%,” kata Direktur Utama MSKY, Hari Susanto saat ditemui selepas Public Expose Insidentil, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, MNC Sky Vision Bidik Jutaan Pelanggan lewat Jaringan LCO
Pengembangan kemitraan menjadi cara jitu MSKY memaksimalkan revenue. Selain kerjasama dengan teknisi lepasan hingga penjual parabola, perseroan fokus menjangkau segmen pemasaran televisi berbayar lebih luas terutama di kota-kota tier 2 dan tier 3.
Lihat Juga :