Catat, Pedagang Kecil-UMKM Wajib Bersertifikat Halal Paling Lambat 17 Oktober 2024
Jum'at, 02 Februari 2024 - 03:02 WIB
loading...
Mulai 17 Oktober 2024, semua produk khususnya makanan dan minuman (mamin), bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong produk mamin, serta hasil sembelihan dan jasa penyembelihan harus bersertifikat halal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menetapkan mulai 17 Oktober 2024, semua produk khususnya makanan dan minuman, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman , serta hasil sembelihan dan jasa penyembelihan harus bersertifikat halal .
Baca Juga: Wajib Sertifikasi Halal di 2024, Kemenperin Beberkan Kesiapan LPH Layani Industri
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021, batas akhir kewajiban sertifikasi halal ditetapkan pada 17 Oktober 2024. Meski sebenarnya ada tiga kelompok produk yang wajib bersertifikat halal telah lebih dulu berlaku sejak 17 Oktober 2019.
Kewajiban sertifikasi halal ini berlaku bagi seluruh lapisan pelaku usaha, mulai dari mikro, kecil, menengah, maupun besar. Selain itu diterangkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Aqil Irham seperti dikutip dari laman resmi menerangkan, kewajiban bersertifikat halal tidak hanya diberlakukan untuk produk dalam negeri atau domestik saja, tetapi juga pelaku usaha dari luar.
Baca Juga: Tiga Kelompok Produk ini Wajib Bersertifikat Halal Sebelum Oktober 2024
Baca Juga: Wajib Sertifikasi Halal di 2024, Kemenperin Beberkan Kesiapan LPH Layani Industri
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021, batas akhir kewajiban sertifikasi halal ditetapkan pada 17 Oktober 2024. Meski sebenarnya ada tiga kelompok produk yang wajib bersertifikat halal telah lebih dulu berlaku sejak 17 Oktober 2019.
Kewajiban sertifikasi halal ini berlaku bagi seluruh lapisan pelaku usaha, mulai dari mikro, kecil, menengah, maupun besar. Selain itu diterangkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Aqil Irham seperti dikutip dari laman resmi menerangkan, kewajiban bersertifikat halal tidak hanya diberlakukan untuk produk dalam negeri atau domestik saja, tetapi juga pelaku usaha dari luar.
Baca Juga: Tiga Kelompok Produk ini Wajib Bersertifikat Halal Sebelum Oktober 2024
Lihat Juga :