Bank Terbesar Jerman Bakal PHK 3.5000 Karyawan dalam Dua Tahun

Jum'at, 02 Februari 2024 - 14:47 WIB
loading...
Bank Terbesar Jerman...
Bank terbesar Jerman, Deutsche Bank berencana melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap 3.500 karyawan di seluruh dunia hingga akhir tahun depan. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Bank terbesar Jerman , Deutsche Bank berencana melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap 3.500 karyawan di seluruh dunia hingga akhir tahun depan. Deutsche Bank diperkirakan mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan di Inggris, yang sebagian besar tersebar di London dan Birmingham.

Baca Juga: CEO Deutsche Bank: Inflasi Adalah Racun Terbesar Bagi Ekonomi Global

Sementara itu secara total, Deutsche Bank mempekerjakan 90.000 staf di seluruh dunia, dan baru-baru ini memperluas bisnisnya di Inggris dengan mengakuisisi Numis, salah satu bank investasi terkemuka di Inggris.

Chief executive Christian Sewing, yang mengambil alih pada tahun 2018, ditugaskan untuk membalikkan keadaan dengan memperkuat divisi ritelnya. Pengurangan pegawai dipilih ketika bank bank berusaha meyakinkan investor dengan cara merampingkan bisnisnya.

Baca Juga: Ekonomi Global Makin Suram, LinkedIn PHK 700 Karyawan

Pihak perusahaan mengaku telah mencetak kemajuan menuju target. Namun, mereka masih harus melakukan penghematan sebesar 1,6 miliar euro atau sekitar Rp27,28 triliun. Beberapa di antara penghematan itu dilakukan dengan perampingan serta otomatisasi.

Bank biasanya menjadi mediator dalam transaksi keuangan besar, untuk mendapatkan biaya besar dari mereka.Penurunan aktivitas kesepakatan telah mendorong banyak perusahaan, termasuk beberapa di Kota London dan Wall Street, untuk mengurangi jumlah karyawan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Rekomendasi
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Tunjangan Beasiswa LPDP...
Tunjangan Beasiswa LPDP Dalam Negeri Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved