Piala Dunia U-17 hingga Pemilu Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,05%
Senin, 05 Februari 2024 - 16:35 WIB
loading...
BPS mengungkapkan sejumlah pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik ( BPS ) mengungkapkan sejumlah event internasional hingga aktivitas pemilu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh 5,05% di 2023. Pertumbuhan ekonomi RI 5,05% lebih rendah dibandingkan tahub sebelumnya yang tumbuh 5,31%.
"Ini didorong oleh faktor peningkatan mobilitas masyarakat penyelenggaran event internasional seperti piala dunia U-17, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Formula E, MotoGP Mandalika dan aktivitas pemilu," ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Baca Juga: Lebih Rendah dari 2022, Ekonomi Indonesia Sepanjang 2023 Tumbuh 5,05 Persen
Tidak hanya itu, sektor lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan dan kontruksi juga melanjutkan tren positif. Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 13,96%, jasa lainnya tumbuh 10,25%, dan makanan dan minuman tumbuh 10,01%.
"Apabila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara komulatif pada 2023 dari sisi lapangan usaha indutri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,95% walaupun angka ini relatif lebih kecil dari tahun 2022," kata dia.
"Ini didorong oleh faktor peningkatan mobilitas masyarakat penyelenggaran event internasional seperti piala dunia U-17, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Formula E, MotoGP Mandalika dan aktivitas pemilu," ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Baca Juga: Lebih Rendah dari 2022, Ekonomi Indonesia Sepanjang 2023 Tumbuh 5,05 Persen
Tidak hanya itu, sektor lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan dan kontruksi juga melanjutkan tren positif. Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara tahunan adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 13,96%, jasa lainnya tumbuh 10,25%, dan makanan dan minuman tumbuh 10,01%.
"Apabila dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi secara komulatif pada 2023 dari sisi lapangan usaha indutri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,95% walaupun angka ini relatif lebih kecil dari tahun 2022," kata dia.
Lihat Juga :