Reaktivasi Pariwisata Bali Butuh Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Kamis, 13 Agustus 2020 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
“Kuncinya pemerintah harus meyakinkan wisata dengan disiplin protokol itu aman dilakukan. Menurut saya antispasinya cukup dengan pakai masker, jaga kesehatan, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Pemerintah harus memastikan itu sudah berjalan,” ujarnya. (Baca juga: Postingan Menghujat Nabi Muhammad Picu Bentrokan di India, Tiga Tewas)
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaedi mengatakan sangat sulit memprediksi kapan pariwisata Indonesia akan pulih seperti sebelumnya. Karena semua akan tergantung pada ketersediaan vaksin dan angka penularan di Indonesia.
“Saat ini sulit untuk memprediksi pariwisata akan optimistis hingga akhir tahun ini. Selama angka positif masih tinggi, tentu fokusnya pada hal tersebut,” ujar Didin menambahkan.
Saat ini melihat tren pariwisata Bali khususnya masyarakat domestik lebih memilih lokasi alternatif Bali ke pegunungan dan Kintamani. Mereka sekarang menghindari kunjungan ke pantai. “Harus terus fokus mendorong kunjungan dari turis lokal. Diperkirakan izin turis asing baru dibuka Desember,” katanya.
Menurutnya, potensi lain untuk reaktivasi Bali dengan mendorong penikmat hobi seperti biker motor besar dari Bandung. Para biker bisa mengarahkan kunjungan mereka ke Bali. (Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Gerakan 1 Juta Masker)
Tidak cukup itu, dia juga mengingatkan para pelaku pariwisata Bali sangat butuh dana talangan. Tujuannya untuk bridging sehingga bisa memiliki cash flow atau modal berusaha kembali.
“Bali harus jadi ikon kebangkitan reaktivasi. Garap dulu turis lokal Bali dulu. Berikutnya baru dari Jawa. Sementara masih sulit mengandalkan turis internasional, kemungkinannya baru Desember,” ujarnya.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaedi mengatakan sangat sulit memprediksi kapan pariwisata Indonesia akan pulih seperti sebelumnya. Karena semua akan tergantung pada ketersediaan vaksin dan angka penularan di Indonesia.
“Saat ini sulit untuk memprediksi pariwisata akan optimistis hingga akhir tahun ini. Selama angka positif masih tinggi, tentu fokusnya pada hal tersebut,” ujar Didin menambahkan.
Saat ini melihat tren pariwisata Bali khususnya masyarakat domestik lebih memilih lokasi alternatif Bali ke pegunungan dan Kintamani. Mereka sekarang menghindari kunjungan ke pantai. “Harus terus fokus mendorong kunjungan dari turis lokal. Diperkirakan izin turis asing baru dibuka Desember,” katanya.
Menurutnya, potensi lain untuk reaktivasi Bali dengan mendorong penikmat hobi seperti biker motor besar dari Bandung. Para biker bisa mengarahkan kunjungan mereka ke Bali. (Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Gerakan 1 Juta Masker)
Tidak cukup itu, dia juga mengingatkan para pelaku pariwisata Bali sangat butuh dana talangan. Tujuannya untuk bridging sehingga bisa memiliki cash flow atau modal berusaha kembali.
“Bali harus jadi ikon kebangkitan reaktivasi. Garap dulu turis lokal Bali dulu. Berikutnya baru dari Jawa. Sementara masih sulit mengandalkan turis internasional, kemungkinannya baru Desember,” ujarnya.
Lihat Juga :