Harga Beras Mencekik, Dirut Bulog Ungkap Petani Padi dan Penggilingan Sakit Kepala
Selasa, 13 Februari 2024 - 16:02 WIB
loading...
Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, situasi terkini dan tantangan yang dihadapi perberasan nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog , Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, situasi terkini dan tantangan yang dihadapi perberasan nasional . Disebutkan bahwa cuaca yang tidak menentu sangat berpengaruh terhadap kondisi gabah di tingkat petani.
"Saat ini memang karena panen kita terlambat dan hujan terus membuat petani padi dan penggilingan sakit kepala, karena 95 persen dari gabah kita dijemur pakai matahari. Artinya apa? ya jangan mendung, jangan hujan, kalau gitu nanti basah, kalau basah kualitasnya jelek," terang Bayu dalam Diskusi Media perihal Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Harga Beras Menggila, Mentan Lapor ke Jokowi Produksi Petani Turun
"Kan ada mesin pengering? Kalau pakai mesin pengering, patah, brokennya tinggi, dan hasilnya jadi kuning, gabagus. Begitu kondisinya," sambungnya.
Sebagai informasi akibat produksi beras domestik yang seret, memicu lonjakan harga beras . Pedagang pasar beberapa waktu lalu mengungkapkan, harga beras medium saat ini terkerek di level Rp13.500 per kilo. Sedangkan beras premium sudah menyentuh harga Rp18.500 per kilo. Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Dalam menghadapi kondisi seperti ini, Bayu Krisnamurthi menuturkan peranan Bulog. Pertama stabilisasi, kedua menyediakan alternatif bagi mereka yang paling membutuhkan.
"Saat ini memang karena panen kita terlambat dan hujan terus membuat petani padi dan penggilingan sakit kepala, karena 95 persen dari gabah kita dijemur pakai matahari. Artinya apa? ya jangan mendung, jangan hujan, kalau gitu nanti basah, kalau basah kualitasnya jelek," terang Bayu dalam Diskusi Media perihal Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Harga Beras Menggila, Mentan Lapor ke Jokowi Produksi Petani Turun
"Kan ada mesin pengering? Kalau pakai mesin pengering, patah, brokennya tinggi, dan hasilnya jadi kuning, gabagus. Begitu kondisinya," sambungnya.
Sebagai informasi akibat produksi beras domestik yang seret, memicu lonjakan harga beras . Pedagang pasar beberapa waktu lalu mengungkapkan, harga beras medium saat ini terkerek di level Rp13.500 per kilo. Sedangkan beras premium sudah menyentuh harga Rp18.500 per kilo. Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Dalam menghadapi kondisi seperti ini, Bayu Krisnamurthi menuturkan peranan Bulog. Pertama stabilisasi, kedua menyediakan alternatif bagi mereka yang paling membutuhkan.
Lihat Juga :