Jumlah Perusahaan Barat yang Meninggalkan Rusia hingga 2024 Terungkap

Kamis, 15 Februari 2024 - 18:51 WIB
loading...
A A A
Wakil perdana menteri juga menyoroti bahwa 66 dari 350 (sekitar 19%) perusahaan besar Amerika di Rusia telah pergi. "Ini menunjukkan bahwa pasar kami dan potensi kami masih menarik, terutama dengan mempertimbangkan biaya sumber daya energi. Anda lihat apa yang terjadi di Eropa di mana perusahaan secara bertahap menyusut," kata Manturov.

Pemerintah Rusia ditekankan bakal terus menarik investasi asing dan akan menciptakan kondisi yang diperlukan, khususnya bagi asing, serta investor dan pemilik bisnis, menurut Manturov. "Ini berlaku untuk negara-negara yang tidak bersahabat dan bersahabat. Kami selalu terbuka untuk dialog dan investor yang masuk akal."

Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin belum lama ini mengkonfirmasi bahwa pasar akan tetap terbuka dan kompetitif, meskipun ada upaya Barat untuk mengisolasinya. Dia mengatakan, kepergian perusahaan Barat memberikan manfaat bagi perusahaan domestik, untuk "segera mengambil alih."

Rusia memiliki sumber daya yang cukup, serta pekerja dan manajer yang memenuhi syarat untuk "memastikan bahwa semuanya berjalan lancar," ungkap Putin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Rekomendasi
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
10 Merek Baru GIIAS...
10 Merek Baru GIIAS 2026: Leapmotor sampai Truk Farizon, Siapa Saja?
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved