alexametrics

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 12% Tahun Ini

loading...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 12% Tahun Ini
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini di kisaran 10-12%. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kredit dan DPK masing-masing diperkirakan tumbuh dalam kisaran 10,0-12% (yoy) dan 9-11% (yoy).

BI menyebutkan, peningkatan intermediasi perbankan didukung oleh relaksasi kebijakan makroprudensial yang dilakukan melalui pelonggaran kebijakan loan to value (LTV).

"Kita juga mengimplementasi kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dan Giro Wajib Minimum (GWM) Rata-rata," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/7/2018).



Menurutnya, stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga pada Mei 2018 disertai intermediasi perbankan yang membaik dan pembiayaan nonbank yang positif. Stabilitas sistem keuangan yang terjaga tercermin pada rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan yang tinggi mencapai 22,1% dan rasio likuiditas (AL/DPK) yang masih aman yaitu sebesar 20,3% pada Mei 2018

"Sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap rendah yaitu sebesar 2,79% (gross) atau 1,28% (net). Stabilitas sistem keuangan yang terjaga berkontribusi positif pada perbaikan fungsi intermediasi perbankan," jelasnya.

Sementara, pertumbuhan DPK pada Mei 2018 tercatat 6,5% (yoy), turun dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 8,1% (yoy). Namun, penurunan DPK diyakini tidak akan menghambat pertumbuhan kredit mengingat likuiditas perbankan masih baik dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan.

Pertumbuhan kredit pada Mei 2018 pun tercatat sebesar 10,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,9% (yoy).
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak