Yuk Intip! Kesiapan PLN Jaga Pasokan Istana Negara Jelang Upacara 17 Agustus
Kamis, 13 Agustus 2020 - 16:08 WIB
loading...
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengecek infrastruktur kelistrikan sebagai upaya menjaga pasokan listrik jelang HUT RI Ke-75. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menjamin pasokan listrik selama HUT RI ke-75 aman khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan menetapkan siaga kelistrikan tanggal 14 sampai 18 Agustus 2020. Pasokan siaga tersebut juga untuk menjaga agar listrik handal saat pelaksanaan upacara di Istana Negara.
Berdasarkan pedoman peringatan HUT RI ke-75 yang dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara bahwa upacara hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta disaksikan oleh masyarakat dari rumah, maka pantauan kelistrikan akan terpusat pada Istana Negara, Kantor Pemerintah Daerah, Gedung MPR/DPR, Kantor Media, Taman Makam Pahlawan Kalibata, serta tempat strategis lainnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengatakan untuk mendukung kegiatan ini disiapkan 2688 personel, 16 Unit UPS, 19 Unit Trafo Bergerak (UTB), 7 Mobil Deteksi, 2 Unit Gardu Bergerak (UGB), 6 mobil Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 4 mobil Crane. PLN memperkirakan beban listrik tanggal 17 Agustus 2020 mencapai 3.384 MW pada pukul 10.00 WIB saat Upacara Peringatan Detik- detik Proklamasi dan pukul 17.00 WIB saat Upacara Penurunan Bendera beban listrik sebesar 3505 MW, beban listrik tersebut masih lebih rendah dari beban listrik rata-rata sebesar 4400 MW
"Kami menyampaikan bahwa perkiraan beban puncak tersebut masih di bawah daya mampu pembangkit di Jakarta yang berada pada angka 11.460 MW," kata dia, di Jakarta, (13/8/2020).
Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-75, PLN Tebar Diskon Tambah Daya
Berdasarkan pedoman peringatan HUT RI ke-75 yang dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara bahwa upacara hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta disaksikan oleh masyarakat dari rumah, maka pantauan kelistrikan akan terpusat pada Istana Negara, Kantor Pemerintah Daerah, Gedung MPR/DPR, Kantor Media, Taman Makam Pahlawan Kalibata, serta tempat strategis lainnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengatakan untuk mendukung kegiatan ini disiapkan 2688 personel, 16 Unit UPS, 19 Unit Trafo Bergerak (UTB), 7 Mobil Deteksi, 2 Unit Gardu Bergerak (UGB), 6 mobil Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 4 mobil Crane. PLN memperkirakan beban listrik tanggal 17 Agustus 2020 mencapai 3.384 MW pada pukul 10.00 WIB saat Upacara Peringatan Detik- detik Proklamasi dan pukul 17.00 WIB saat Upacara Penurunan Bendera beban listrik sebesar 3505 MW, beban listrik tersebut masih lebih rendah dari beban listrik rata-rata sebesar 4400 MW
"Kami menyampaikan bahwa perkiraan beban puncak tersebut masih di bawah daya mampu pembangkit di Jakarta yang berada pada angka 11.460 MW," kata dia, di Jakarta, (13/8/2020).
Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-75, PLN Tebar Diskon Tambah Daya
Lihat Juga :