Erick Thohir Bakal Taruh Orang Baru Usai Divestasi Vale Rampung
Selasa, 20 Februari 2024 - 14:39 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal mengutus orang baru untuk masuk dalam Dewan Direksi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Penugasan itu setelah MIND ID resmi menandatangani kesepakatan divestasi 14 persen saham Vale.
Adapun, penandatanganan divestasi dilakukan pada Senin (26/2/2024) pekan depan. Erick sendiri belum membocorkan siapa sosok yang akan menerima penugasan yang dimaksudkan.
Saat ini, pemegang saham terbesar Vale Indonesia adalah Vale Canada Limited (VCL) dengan kepemilikan 43,79 persen. Sedangkan, MIND ID menggenggam 20 persen saham dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) 15,03 persen. Lalu, kepemilikan publik di Vale sebesar 21,18 persen.
Bila 14 persen sahamnya Vale resmi diambil MIND ID, maka kepemilikan negara di perusahaan nikel ini menyentuh 34 persen.
"Pasti ada diskusi, nanti jajaran Direksi pasti ada perwakilan dari kita karena kita kan pemegang saham terbesar 34 persen, lalu sisanya publik," ujar Erick saat ditemui wartawan di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga: Pemerintah Sepakat Harga Saham Divestasi Vale di Kisaran Rp3.000
Tak hanya itu, usai transaksi pembelian saham dilakukan pemerintah bakal menarik masuk Vale ke dalam ekosistem hilirisasi pertambangan. Langkah ini juga untuk meningkatkan investasi kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air.
Adapun, penandatanganan divestasi dilakukan pada Senin (26/2/2024) pekan depan. Erick sendiri belum membocorkan siapa sosok yang akan menerima penugasan yang dimaksudkan.
Saat ini, pemegang saham terbesar Vale Indonesia adalah Vale Canada Limited (VCL) dengan kepemilikan 43,79 persen. Sedangkan, MIND ID menggenggam 20 persen saham dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) 15,03 persen. Lalu, kepemilikan publik di Vale sebesar 21,18 persen.
Bila 14 persen sahamnya Vale resmi diambil MIND ID, maka kepemilikan negara di perusahaan nikel ini menyentuh 34 persen.
"Pasti ada diskusi, nanti jajaran Direksi pasti ada perwakilan dari kita karena kita kan pemegang saham terbesar 34 persen, lalu sisanya publik," ujar Erick saat ditemui wartawan di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga: Pemerintah Sepakat Harga Saham Divestasi Vale di Kisaran Rp3.000
Tak hanya itu, usai transaksi pembelian saham dilakukan pemerintah bakal menarik masuk Vale ke dalam ekosistem hilirisasi pertambangan. Langkah ini juga untuk meningkatkan investasi kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air.
Lihat Juga :