alexametrics

IHSG Naik Tipis ke Level 5.816 di Akhir Sesi, Bursa China Anjlok 2%

loading...
IHSG Naik Tipis ke Level 5.816 di Akhir Sesi, Bursa China Anjlok 2%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merayap naik di akhir sesi perdagangan, Rabu (15/8/2018) untuk mengiringi kemerosotan mayoritas bursa utama Asia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merayap naik di akhir sesi perdagangan, Rabu (15/8/2018) untuk mengiringi kemerosotan mayoritas bursa utama Asia. Di sesi penutupan, IHSG balik menguat ke level 5.816,59 usai meningkat 46,72 poin atau 0,81%.

Pada sesi siang, bursa saham Tanah Air jatuh tenggelam 1,38% atau setara 79,50 poin menjadi 5.690,37 untuk berbalik melemah saat sesi pagi sempat menguat ke posisi 5.806,23 dengan tambahan 36,360 poin atau 0,63%. Sebelumnya bursa saham Tanah Air parkir di level 5.769,87.

Sektor saham hingga perdagangan sore kebanyakan berada dalam jalur positif dipimpin lonjakan tertinggi perkebunan mencapai 5.85% diikuti lompatan sektor infrastruktur 1.73%. Sedangkan properti menjadi satu-satunya yang mengalami pelemahan yaitu 0,28%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,86 triliun dengan 8,04 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp340,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,87 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,53 triliun. Tercatat sebesar 191 saham menguat, 197 melemah dan 131 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik Rp1.000 menjadi Rp20.000, PT Astra International Tbk. (ASII) meningkat Rp150 ke level Rp6.975 serta PT Indospring Tbk. (INDS) bertambah Rp110 menjadi Rp2.140.

Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.700 menjadi Rp71.800, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkurang Rp225 di posisi Rp18.250 dan PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) turun Rp125 di posisi Rp1.555.

Di sisi lain saham Asia ditutup sebagian besar lebih rendah pada perdagangan Rabu, mengabaikan nada positif di Wall Street, karena dolar bertahan kuat di tengah krisis mata uang Turki. Pasar saham China jatuh saat komposit Shanghai Composite ambruk 2,06% di akhir hingga ditutup pada level 2.723,64.

Indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan turun 1,7% dengan kerugian mendalam pada sektor teknologi dan materials yang membebani indeks. Di tengah penurunan yang meluas, perusahaan raksasa teknologi Tencent tenggelam 3,16%.

Selanjutnya indeks Nikkei 225 turun 0,68% atau 151,86 poin ke level 22.204,22 setelah sesi terakhir mendekati 500 poin. Sebagian besar sektor menyelesaikan hari lebih rendah, dengan sektor minyak dan produk batu bara di antara yang berkinerja terburuk, sementara keuangan dan teknologi juga mencatat penurunan.

Bursa saham Australia menguat ketika ASX 200 membalikkan penurunan awal hingga berakhir lebih tinggi 0,47 % pada level 6.329. Sementara indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,91% di sesi sore perdagangan Asia ketika pasar saham Korea Selatan dan India ditutup.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak