Mengekor G7, Jepang Perluas Sanksi Ekonomi Terhadap Rusia
Sabtu, 02 Maret 2024 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengapa Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Perusahaan China dan India Terkait Bisnis dengan Rusia?
Tokyo juga melarang pasokan berlian Rusia untuk keperluan non-industri dari negara ketiga. Larangan berlian pertama kali diumumkan oleh negara-negara G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, AS, dan Inggris pada awal Desember. Beberapa hari kemudian, larangan tersebut dimasukkan dalam paket sanksi ke-12 UE terhadap Rusia.
Mulai 1 Januari, pengiriman berlian non-industri yang ditambang, diproses, atau diproduksi di Rusia ke pasar negara-negara G7 dan UE dilarang. Pada tanggal 1 Maret, tahap kedua – yang diterapkan pada berlian alami Rusia mulai dari satu karat ke atas yang diproses di negara ketiga – mulai berlaku.
Moskow telah mengalihkan perdagangan berliannya ke pasar China, India, UEA, Armenia, dan Belarus – yang semuanya mengalami peningkatan tajam impor batu kasar dan batu potong dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov memperingatkan bahwa larangan tersebut akan mempunyai efek bumerang terhadap negara-negara Barat, dan berdampak pada perekonomian mereka sendiri.
Tokyo juga melarang pasokan berlian Rusia untuk keperluan non-industri dari negara ketiga. Larangan berlian pertama kali diumumkan oleh negara-negara G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, AS, dan Inggris pada awal Desember. Beberapa hari kemudian, larangan tersebut dimasukkan dalam paket sanksi ke-12 UE terhadap Rusia.
Mulai 1 Januari, pengiriman berlian non-industri yang ditambang, diproses, atau diproduksi di Rusia ke pasar negara-negara G7 dan UE dilarang. Pada tanggal 1 Maret, tahap kedua – yang diterapkan pada berlian alami Rusia mulai dari satu karat ke atas yang diproses di negara ketiga – mulai berlaku.
Moskow telah mengalihkan perdagangan berliannya ke pasar China, India, UEA, Armenia, dan Belarus – yang semuanya mengalami peningkatan tajam impor batu kasar dan batu potong dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov memperingatkan bahwa larangan tersebut akan mempunyai efek bumerang terhadap negara-negara Barat, dan berdampak pada perekonomian mereka sendiri.
(fjo)
Lihat Juga :