KPC Dukung Pelestarian Batik Wakaroros Asli Kutai Timur
Selasa, 05 Maret 2024 - 15:21 WIB
loading...
Perajin binaan PT KPC tengah beraktivitas di sanggar batik Wakaroros yang merupakan budaya asli masyarakat Kutai Timur. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan perusahaan mendukung pelestarian budaya asli Kutai Timur. Hal itu diwujudkan melalui pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) batik lokal yang mengadaptasi seni ukir kayu khas Dayak Basap yang hampir punah - Wakaroros, sebagai motif batik khas Kabupaten Kutai Timur,
Pengembangan batik Wakaroros berawal pada 2008 melalui pembinaan terhadap perajin batik yang sudah ada. Dukungan KPC dalam bentuk pelatihan dan alat membatik awalnya diberikan pada Masriah (alm), salah satu pembatik di Kecamatan Rantau Pulung, pengelola sanggar batik Masri, yang sebelumnya adalah pembatik motif Cirebon. Masriah kerap menjadi pelatih membatik bagi kelompok usaha baru dan siswa sekolah di Rantau Pulung.
Baca Juga: Akibat Kelakuan Mafia Tanah, Negara Hampir Rugi Rp11 Triliun
Sepeninggal Masriah, sanggar batik Masri yang dilanjutkan oleh menantunya, Ali terus berkembang hingga memiliki 8 perajin dan telah memasarkan batiknya sampai ke tingkat nasional. Ali meningkatkan skala usahanya dengan mengikuti program pelatihan dan pendampingan usaha yang digelar KPC melalui program UKM Tangguh batch 1 tahun 2018 dan dilanjutkan dengan program Sahabat Tangguh batch 1 tahun 2021.
Seiring berbagai pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh KPC, usaha batik, termasuk motif Wakaroros terus berkembang di Kutai Timur. Batik Wakaroros menjadi salah satu kisah sukses pengembangan usaha pada program Sahabat Tangguh yang merupakan program pendampingan UMK yang dilakukan sejak 2021 sebagai program pendampingan UMKM bagi mitra/binaan KPC yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Seiring makin terkenalnya batik Wakarosos, permintaan pun terus meningkat, hingga ditetapkan sebagai batik khas Kutai Timur dan bahkan dijadikan seragam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur.
Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata juga turut andil mengembangkan batik Wakaroros, antara lain dengan mengikutkannya pada New York Fashion Week di Amerika Serikat (AS) dan ajang Indonesia Fashion Week di Jakarta. Berbagai upaya ini telah meningkatkan omzet dan kesejahteraan para pelaku kerajinan batik dan UKM turunannya di Kutai Timur.
Baca Juga: Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia
Pengembangan batik Wakaroros berawal pada 2008 melalui pembinaan terhadap perajin batik yang sudah ada. Dukungan KPC dalam bentuk pelatihan dan alat membatik awalnya diberikan pada Masriah (alm), salah satu pembatik di Kecamatan Rantau Pulung, pengelola sanggar batik Masri, yang sebelumnya adalah pembatik motif Cirebon. Masriah kerap menjadi pelatih membatik bagi kelompok usaha baru dan siswa sekolah di Rantau Pulung.
Baca Juga: Akibat Kelakuan Mafia Tanah, Negara Hampir Rugi Rp11 Triliun
Sepeninggal Masriah, sanggar batik Masri yang dilanjutkan oleh menantunya, Ali terus berkembang hingga memiliki 8 perajin dan telah memasarkan batiknya sampai ke tingkat nasional. Ali meningkatkan skala usahanya dengan mengikuti program pelatihan dan pendampingan usaha yang digelar KPC melalui program UKM Tangguh batch 1 tahun 2018 dan dilanjutkan dengan program Sahabat Tangguh batch 1 tahun 2021.
Seiring berbagai pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh KPC, usaha batik, termasuk motif Wakaroros terus berkembang di Kutai Timur. Batik Wakaroros menjadi salah satu kisah sukses pengembangan usaha pada program Sahabat Tangguh yang merupakan program pendampingan UMK yang dilakukan sejak 2021 sebagai program pendampingan UMKM bagi mitra/binaan KPC yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Seiring makin terkenalnya batik Wakarosos, permintaan pun terus meningkat, hingga ditetapkan sebagai batik khas Kutai Timur dan bahkan dijadikan seragam oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur.
Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata juga turut andil mengembangkan batik Wakaroros, antara lain dengan mengikutkannya pada New York Fashion Week di Amerika Serikat (AS) dan ajang Indonesia Fashion Week di Jakarta. Berbagai upaya ini telah meningkatkan omzet dan kesejahteraan para pelaku kerajinan batik dan UKM turunannya di Kutai Timur.
Baca Juga: Menelusuri Kekayaan Ragam Corak Batik Indonesia
Lihat Juga :