16 Smelter Bakal Dibangun di 2024, Butuh Investasi Rp183 Triliun
Selasa, 19 Maret 2024 - 16:55 WIB
loading...
Pemerintah menargetkan pembangunan 16 smelter terintegrasi di 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 16 fasilitas pemurnian mineral ( smelter ) terintegrasi pada 2024. Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Suswantono menuturkan progres pembangunan smelter dan investasi berdasarkan masing-masing komoditas.
"Pembangunan fasilitas pemurnian mineral terintegrasi pada tahun 2024 ditargetkan sebanyak 16 smelter," jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Smelter Freeport Rp48 Triliun Siap Beroperasi Juni 2024, Menteri Arifin Cek Kesiapannya
Bambang mengatakan total investasi dari 16 smelter itu mencapai USD11,66 Miliar atau setara Rp183 triliun dengan asumsi kurs Rp15.716 per dolar AS. Dari 16 smelter itu berasal dari beberapa komditas tambang.
"Pertama smelter nikel tahun ini ditargetkan sebanyak 7 unit dengan 5 unit selesai dibangun, 1 unit dengan progres pembangunan 90 persen dan 1 di bawah 30 persen dgn total nilai investasi sebesar USD2.676,4 juta," terangnya.
Selanjutnya untuk smelter bauksit ditargetkan sebanyak 7 unit, namun progres pembangunannya masih agak lambat yaitu 30 sampai 90 persen dan nilai invetsasinya sebesar USD5.853,5 juta.
Kemudian untuk smelter besi dimana smelter besi ditargetkan sebanyak 1 unit dan saat ini progres pembangunannya mencapai 90 persen dengan nilai investasi mencapai USD51,5 juta.
"Pembangunan fasilitas pemurnian mineral terintegrasi pada tahun 2024 ditargetkan sebanyak 16 smelter," jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga: Smelter Freeport Rp48 Triliun Siap Beroperasi Juni 2024, Menteri Arifin Cek Kesiapannya
Bambang mengatakan total investasi dari 16 smelter itu mencapai USD11,66 Miliar atau setara Rp183 triliun dengan asumsi kurs Rp15.716 per dolar AS. Dari 16 smelter itu berasal dari beberapa komditas tambang.
"Pertama smelter nikel tahun ini ditargetkan sebanyak 7 unit dengan 5 unit selesai dibangun, 1 unit dengan progres pembangunan 90 persen dan 1 di bawah 30 persen dgn total nilai investasi sebesar USD2.676,4 juta," terangnya.
Selanjutnya untuk smelter bauksit ditargetkan sebanyak 7 unit, namun progres pembangunannya masih agak lambat yaitu 30 sampai 90 persen dan nilai invetsasinya sebesar USD5.853,5 juta.
Kemudian untuk smelter besi dimana smelter besi ditargetkan sebanyak 1 unit dan saat ini progres pembangunannya mencapai 90 persen dengan nilai investasi mencapai USD51,5 juta.
Lihat Juga :