Kulit Asal Garut Jadi Pelapis Kursi Pesawat Lion Air

Kamis, 21 Maret 2024 - 22:48 WIB
loading...
Kulit Asal Garut Jadi...
Lion Air Group menggandeng pabrik kulit Garut untuk memproduksi pelapis kursi pesawat sejak akhir tahun 2023. FOTO/Agung Bakti Sarasa
A A A
RIAU - Lion Air Group menggandeng pabrik kulit Garut untuk memproduksi pelapis kursi pesawat sejak akhir tahun 2023. Hal itu merupakan langkah pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dimana kulit pelapis kursi pesawat penumpang Lion Air dipasok dari pengrajin di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Presiden Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, selain menghadirkan kualitas bermutu, penggunaan produk lokal juga bisa menekan ongkos produksi sekitar 50 persen.

“Dengan komponen lokal kita bisa menjus ongkos produksi itu sekitar 50 persen, itu termasuk komprehensif dengan biaya pengiriman dan biaya tax nya,” ucap Daniel di kompleks Batam Aero Technic, Kepulauan Riau, Kamis (21/3/2024).

Baca Juga: Bos Lion Air Respons Teguran KPPU Soal Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Selain pelapis kursi, kata Daniel, ada beberapa item lain dari produk lokal yang saat ini tengah dalam proses sertifikasi.

"Jadi ada beberapa item yang sudah diverifikasi. Lebih ke aksesoris dari si kursinya. Ini sedang dalam proses sertifikasi," tandasnya.

Pelapis jok kursi merupakan bagian penting dari pengalaman penumpang. Produk ini dirancang menjaga kursi tetap bersih, terlindungi dari kerusakan, dan memberikan tampilan yang elegan dalam kabin pesawat.

Baca Juga: Lion Air Dituding Naikkan Harga Tiket Pesawat Lewati Batas Atas, Rusdi Kirana Buka Suara

Untuk diketahui, jenis kulit yang digunakan adalah kulit sapi asli, bukan sintetis. Selain itu, harus memenuhi standar seperti bisa ditarik, tidak mudah sobek, dan tidak terbakar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved