Lifting Minyak Kembali Menyusut di APBN 2021, Pertamina Lakukan Ini
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, untuk tahun ini Pertamina walaupun dalam situasi Covid-19 tetap berusaha mempertahankan produksi minyak mentah dan gas bumi mencapai 884 juta barel minyak ekuivalen per hari atau milion barrel oil of equivalent per day (MBOEPD) atau 99% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.
(Baca Juga: Dekati Target APBN, Lifting Minyak Semester I/2020 Capai 94,5% )
Menurut Budiman, dari total realisasi migas 884 MBOEPD per Juni 2020, sebanyak 414.000 barel per hari (MBOPD) merupakan produksi minyak yang terdiri atas 99 MBOPD dari internasional dan 315 MBOPD dari lapangan domestik. Raihan tersebut kata dia, di bawah target sebsar 421 MBOPD hingga akhir tahun.
“Meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimasi biaya, tahun ini Pertamina berhasil melakukan pengeboran (termasuk ongoing) eksplorasi sebanyak 8, eksploitasi sebanyak 156, workover 320 dan well services sebanyak 6.699 sumur,” katanya.
Selain itu, Pertamina juga berhasil melakukan survei Seismic 2D Jambi Merang Open Area yang merupakan survei terbesar se-Asia Pasifik, dengan nilai komitmen kerja pasti sebesar USD239 juta.
(Baca Juga: Dekati Target APBN, Lifting Minyak Semester I/2020 Capai 94,5% )
Menurut Budiman, dari total realisasi migas 884 MBOEPD per Juni 2020, sebanyak 414.000 barel per hari (MBOPD) merupakan produksi minyak yang terdiri atas 99 MBOPD dari internasional dan 315 MBOPD dari lapangan domestik. Raihan tersebut kata dia, di bawah target sebsar 421 MBOPD hingga akhir tahun.
“Meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimasi biaya, tahun ini Pertamina berhasil melakukan pengeboran (termasuk ongoing) eksplorasi sebanyak 8, eksploitasi sebanyak 156, workover 320 dan well services sebanyak 6.699 sumur,” katanya.
Selain itu, Pertamina juga berhasil melakukan survei Seismic 2D Jambi Merang Open Area yang merupakan survei terbesar se-Asia Pasifik, dengan nilai komitmen kerja pasti sebesar USD239 juta.
(akr)
Lihat Juga :