Sasar Perempuan Marjinal, Bumame, Biofarma, dan Thing Untouched Berikan Pemeriksaan HPV Gratis
Kamis, 28 Maret 2024 - 09:35 WIB
loading...
Biofarma, Bumame, dan Things Untouched berkolaborasi mengadakan kegiatan pemeriksaan HPV gratis untuk komunitas perempuan marjinal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia , Biofarma, Bumame, dan Things Untouched berkolaborasi mengadakan kegiatan pemeriksaan HPV gratis untuk komunitas perempuan marjinal di Liberty Society Yayasan Pondok Kasih Bersaudara, Jakarta Utara.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan tingginya kasus infeksi HPV dan kanker serviks di Indonesia, serta pentingnya deteksi dini untuk kesehatan reproduksi perempuan. Baca Juga: Upaya Bumame Dekatkan Layanan Kesehatan dengan Keseharian Masyarakat
Kasus infeksi HPV (Human papillomavirus) dan kanker serviks merupakan ancaman kesehatan serius di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi HPV pada perempuan usia 15-54 tahun di Indonesia adalah 6,4%. Data Globocan 2022, menunjukkan terdapat 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian akibat kanker serviks, menempatkan kanker serviks di urutan ke-dua dengan kasus dan kematian terbanyak di wanita Indonesia.
Terlepas dari upaya pemerintah dalam menggalakkan program vaksinasi HPV gratis sejak tahun 2017, namun angka kesadaran wanita akan pemeriksaan HPV masih sangat rendah. Menurut data Riskesdas, baru 1,7% wanita berusia 15-54 tahun di Indonesia yang pernah melakukan pemeriksaan HPV, padahal skrining tersebut dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) untuk diulang setiap 3-5 tahun sekali.
Baca Juga: MSD Indonesia dan Kimia Farma Tingkatkan Edukasi dan Pemahaman Terkait HPV
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan tingginya kasus infeksi HPV dan kanker serviks di Indonesia, serta pentingnya deteksi dini untuk kesehatan reproduksi perempuan. Baca Juga: Upaya Bumame Dekatkan Layanan Kesehatan dengan Keseharian Masyarakat
Kasus infeksi HPV (Human papillomavirus) dan kanker serviks merupakan ancaman kesehatan serius di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi HPV pada perempuan usia 15-54 tahun di Indonesia adalah 6,4%. Data Globocan 2022, menunjukkan terdapat 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian akibat kanker serviks, menempatkan kanker serviks di urutan ke-dua dengan kasus dan kematian terbanyak di wanita Indonesia.
Terlepas dari upaya pemerintah dalam menggalakkan program vaksinasi HPV gratis sejak tahun 2017, namun angka kesadaran wanita akan pemeriksaan HPV masih sangat rendah. Menurut data Riskesdas, baru 1,7% wanita berusia 15-54 tahun di Indonesia yang pernah melakukan pemeriksaan HPV, padahal skrining tersebut dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) untuk diulang setiap 3-5 tahun sekali.
Baca Juga: MSD Indonesia dan Kimia Farma Tingkatkan Edukasi dan Pemahaman Terkait HPV
Lihat Juga :