Anggaran Proyek IKN Ditambah Jadi Rp35,45 Triliun, Buat Apa?
Senin, 01 April 2024 - 17:26 WIB
loading...
Anggaran proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) ditambah. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pada tahun 2024 pengalokasian anggaran bangun Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun 2024 ditambah menjadi Rp35,45 triliun.
Menteri Basuki menjelaskan pengalokasian anggaran IKN tahun 2024 itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu sebesar Rp24 triliun. Peningkatan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk masing-masing unit kerja Kementerian PUPR, terutama Ditjen SDA, Cipta Karya, Bina Marga, dan Perumahan.
"Pada tahun 2024 dukungan infrastruktur IKN dialokasikan Rp35,45 triliun kalau di 2023 tadi ada Rp24 triliun jadi hingga saat ini sudah sekitar Rp60 triliun totalnya," ujar Menteri Basuki dalam Raker bersama Komisi V DPR RI, Senin (1/4/2024).
Baca Juga: Bangun IKN di Penajam Paser, Menkeu Sudah Rogoh Rp71,8 Triliun dari APBN
Lebih lanjut, Menteri Basuki merinci Ditjen Sumber Daya Air memiliki tugas untuk membangun sistem pengendalian banjir di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sangai, penyempurnaan bendungan Sepaku Semoi yang saat ini sudah hampir rampung, dan pembangunan embung di KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan).
Menteri Basuki menjelaskan pengalokasian anggaran IKN tahun 2024 itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu sebesar Rp24 triliun. Peningkatan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk masing-masing unit kerja Kementerian PUPR, terutama Ditjen SDA, Cipta Karya, Bina Marga, dan Perumahan.
"Pada tahun 2024 dukungan infrastruktur IKN dialokasikan Rp35,45 triliun kalau di 2023 tadi ada Rp24 triliun jadi hingga saat ini sudah sekitar Rp60 triliun totalnya," ujar Menteri Basuki dalam Raker bersama Komisi V DPR RI, Senin (1/4/2024).
Baca Juga: Bangun IKN di Penajam Paser, Menkeu Sudah Rogoh Rp71,8 Triliun dari APBN
Lebih lanjut, Menteri Basuki merinci Ditjen Sumber Daya Air memiliki tugas untuk membangun sistem pengendalian banjir di DAS (Daerah Aliran Sungai) Sangai, penyempurnaan bendungan Sepaku Semoi yang saat ini sudah hampir rampung, dan pembangunan embung di KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan).
Lihat Juga :