Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah, Makin Dekati Rp16.000 per USD
Rabu, 03 April 2024 - 16:13 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah sore ini ditutup melemah makin mendekati Rp16.000 per USD. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah sore ini ditutup melemah 23 poin ke level Rp15.920 setelah sebelumnya sempat turun ke level Rp15.897. Mengutip data Bloomberg, rupiah hari ini sempat dibuka pada level Rp15.929 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS menguat karena Greenback melonjak dalam beberapa sesi terakhir karena beberapa pejabat Fed memperingatkan bahwa bank sentral dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama dalam menghadapi inflasi yang tinggi dan kekuatan pasar tenaga kerja.
"Isyarat lebih lanjut mengenai hal tersebut akan dirilis pada hari Jumat ini, dengan data nonfarm payrolls untuk bulan Maret. Angka tersebut secara konsisten melampaui ekspektasi dalam beberapa bulan terakhir, di tengah kekuatan yang terus-menerus dalam sektor tenaga kerja AS," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp15.895 per Dolar AS
Selain itu, selera risiko (risk appetite) mendapat pukulan baru pada hari Rabu setelah gempa bumi di Taiwan menghancurkan infrastruktur pulau tersebut dan pabrik-pabrik pembuat chip terkemuka, serta memicu peringatan Tsunami di beberapa bagian Jepang.
Data PMI swasta pada hari Rabu menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa Tiongkok membaik pada bulan Maret. Angka tersebut muncul hanya beberapa hari setelah PMI resmi sektor manufaktur Tiongkok positif, yang menandakan membaiknya kondisi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menegaskan kembali bahwa dia tidak akan mengesampingkan pilihan apa pun untuk menanggapi pergerakan mata uang yang tidak teratur. Otoritas Jepang melakukan intervensi pada tahun 2022 ketika yen merosot ke level terendah dalam 32 tahun di 152 terhadap dolar.
Dari sentimen domestik, tingkat inflasi Indonesia pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,52% secara bulanan (month-to-month/mtm) atau mencapai 3,05% secara tahunan (year-on-year/yoy). Para ekonom memprediksi inflasi pada April 2024 masih tinggi.
"Isyarat lebih lanjut mengenai hal tersebut akan dirilis pada hari Jumat ini, dengan data nonfarm payrolls untuk bulan Maret. Angka tersebut secara konsisten melampaui ekspektasi dalam beberapa bulan terakhir, di tengah kekuatan yang terus-menerus dalam sektor tenaga kerja AS," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah ke Rp15.895 per Dolar AS
Selain itu, selera risiko (risk appetite) mendapat pukulan baru pada hari Rabu setelah gempa bumi di Taiwan menghancurkan infrastruktur pulau tersebut dan pabrik-pabrik pembuat chip terkemuka, serta memicu peringatan Tsunami di beberapa bagian Jepang.
Data PMI swasta pada hari Rabu menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa Tiongkok membaik pada bulan Maret. Angka tersebut muncul hanya beberapa hari setelah PMI resmi sektor manufaktur Tiongkok positif, yang menandakan membaiknya kondisi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menegaskan kembali bahwa dia tidak akan mengesampingkan pilihan apa pun untuk menanggapi pergerakan mata uang yang tidak teratur. Otoritas Jepang melakukan intervensi pada tahun 2022 ketika yen merosot ke level terendah dalam 32 tahun di 152 terhadap dolar.
Dari sentimen domestik, tingkat inflasi Indonesia pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,52% secara bulanan (month-to-month/mtm) atau mencapai 3,05% secara tahunan (year-on-year/yoy). Para ekonom memprediksi inflasi pada April 2024 masih tinggi.
Lihat Juga :