Rupiah Sore Ini Ditutup Menguat ke Rp15.892 per USD
Kamis, 04 April 2024 - 15:54 WIB
loading...
Nilai tukar (kurs) rupiah sore ini ditutup menguat pada perdagangan Kamis (4/4/2024). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah sore ini ditutup menguat 27 poin ke level Rp15.892 setelah sebelumnya sempat turun ke level Rp15.920. Mengutip data Bloomberg, rupiah hari ini sempat dibuka pada level Rp15.939 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya memberikan sinyal beragam mengenai penurunan suku bunga AS.
"Meskipun Powell mengatakan The Fed pada akhirnya akan memangkas suku bunga pada akhir tahun ini, ia hanya memberikan sedikit petunjuk mengenai waktu dan skala potensi pemotongan tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (4/42024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah, Makin Dekati Rp16.000 per USD
Powell juga mengatakan bank sentral akan membutuhkan lebih banyak keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target tahunan sebesar 2%. Komentar Powell muncul tepat sebelum data utama nonfarm payrolls untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Jumat. Namun peristiwa utama minggu ini adalah data nonfarm payrolls untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Inflasi yang stagnan dan kuatnya pasar tenaga kerja adalah dua pertimbangan terbesar The Fed dalam berpotensi menurunkan suku bunga. Sebelum data tenaga kerja, fokus juga tertuju pada pidato anggota komite penetapan suku bunga The Fed lainnya. Anggota FOMC Michelle Bowman dan Thomas Barkin akan berbicara di acara terpisah pada hari Kamis nanti.
Selain itu, sejumlah pejabat tinggi Jepang telah memperingatkan pasar mengenai spekulasi terhadap yen, dan bahwa mereka tidak akan mengesampingkan tindakan apa pun untuk menurunkan pasangan USDJPY. Pelanggaran terhadap 152 telah menarik intervensi tingkat tinggi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2022.
Dari sentimen domestik, posisi cadangan devisa Indonesia pada Maret 2024 diperkirakan semakin menciut. Ini melanjutkan penurunan cadangan devisa pada Februari 2024 lalu. Cadangan devisa pada Maret 2024 diperkirakan berada di level USD 143 miliar. Posisi ini turun dari cadangan devisa pada Februari 2024 yang mencapai USD144 miliar.
"Meskipun Powell mengatakan The Fed pada akhirnya akan memangkas suku bunga pada akhir tahun ini, ia hanya memberikan sedikit petunjuk mengenai waktu dan skala potensi pemotongan tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (4/42024).
Baca Juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah, Makin Dekati Rp16.000 per USD
Powell juga mengatakan bank sentral akan membutuhkan lebih banyak keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target tahunan sebesar 2%. Komentar Powell muncul tepat sebelum data utama nonfarm payrolls untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Jumat. Namun peristiwa utama minggu ini adalah data nonfarm payrolls untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Inflasi yang stagnan dan kuatnya pasar tenaga kerja adalah dua pertimbangan terbesar The Fed dalam berpotensi menurunkan suku bunga. Sebelum data tenaga kerja, fokus juga tertuju pada pidato anggota komite penetapan suku bunga The Fed lainnya. Anggota FOMC Michelle Bowman dan Thomas Barkin akan berbicara di acara terpisah pada hari Kamis nanti.
Selain itu, sejumlah pejabat tinggi Jepang telah memperingatkan pasar mengenai spekulasi terhadap yen, dan bahwa mereka tidak akan mengesampingkan tindakan apa pun untuk menurunkan pasangan USDJPY. Pelanggaran terhadap 152 telah menarik intervensi tingkat tinggi oleh pemerintah Jepang pada tahun 2022.
Dari sentimen domestik, posisi cadangan devisa Indonesia pada Maret 2024 diperkirakan semakin menciut. Ini melanjutkan penurunan cadangan devisa pada Februari 2024 lalu. Cadangan devisa pada Maret 2024 diperkirakan berada di level USD 143 miliar. Posisi ini turun dari cadangan devisa pada Februari 2024 yang mencapai USD144 miliar.
Lihat Juga :