Fitch Pangkas Prospek Peringkat Kredit China Jadi Negatif
Rabu, 10 April 2024 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun lembaga tersebut menurunkan peringkatnya menjadi prospek negatif dari "stabil", yang mengindikasikan kemungkinan penurunan peringkat dalam jangka menengah, lembaga tersebut menegaskan peringkat default emiten China di 'A+'. S&P, lembaga pemeringkat global besar lainnya, juga memberi peringkat China A+, setara dengan Moody's A1.
Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 4,5% pada tahun 2024 dari 5,2% tahun lalu. Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan PDB China akan tumbuh 4,6% tahun ini.
Peringatan terkait peringkat ini muncul meskipun ada tanda-tanda tentatif bahwa perekonomian China mulai membaik. Output pabrik dan penjualan ritel melampaui perkiraan pada bulan Januari-Februari, menyusul indikator ekspor dan inflasi konsumen yang lebih baik dari perkiraan.
Data-data tersebut telah memperkuat harapan Beijing bahwa mereka dapat mencapai apa yang digambarkan oleh para analis sebagai target pertumbuhan PDB yang ambisius yaitu sekitar 5,0% pada tahun 2024.
"Revisi prospek tersebut mencerminkan peningkatan risiko terhadap prospek keuangan publik China karena negara tersebut menghadapi ketidakpastian prospek ekonomi di tengah transisi dari pertumbuhan yang bergantung pada properti ke apa yang pemerintah pandang sebagai model pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," jelas Fitch.
Baca Juga: Halau Pengaruh China, AUKUS Akan Buka Anggota Baru
Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 4,5% pada tahun 2024 dari 5,2% tahun lalu. Sementara Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan PDB China akan tumbuh 4,6% tahun ini.
Peringatan terkait peringkat ini muncul meskipun ada tanda-tanda tentatif bahwa perekonomian China mulai membaik. Output pabrik dan penjualan ritel melampaui perkiraan pada bulan Januari-Februari, menyusul indikator ekspor dan inflasi konsumen yang lebih baik dari perkiraan.
Data-data tersebut telah memperkuat harapan Beijing bahwa mereka dapat mencapai apa yang digambarkan oleh para analis sebagai target pertumbuhan PDB yang ambisius yaitu sekitar 5,0% pada tahun 2024.
"Revisi prospek tersebut mencerminkan peningkatan risiko terhadap prospek keuangan publik China karena negara tersebut menghadapi ketidakpastian prospek ekonomi di tengah transisi dari pertumbuhan yang bergantung pada properti ke apa yang pemerintah pandang sebagai model pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," jelas Fitch.
Baca Juga: Halau Pengaruh China, AUKUS Akan Buka Anggota Baru
Lihat Juga :