Fitch Pangkas Prospek Peringkat Kredit China Jadi Negatif

Rabu, 10 April 2024 - 13:33 WIB
loading...
Fitch Pangkas Prospek...
Fitch menurunkan peringkat China menjadi prospek negatif dari stabil dengan alasan adanya risiko terhadap keuangan publik,. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat global Fitch memangkas prospek peringkat kredit negara China menjadi negatif dengan alasan adanya risiko terhadap keuangan publik, karena perekonomian negara itu dinilai menghadapi meningkatnya ketidakpastian dalam peralihan ke model pertumbuhan baru.

Penurunan peringkat ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan Moody's pada bulan Desember dan terjadi ketika Beijing meningkatkan upaya untuk memacu pemulihan pasca-Covid dengan dukungan fiskal dan moneter.

"Revisi prospek Fitch mencerminkan situasi yang lebih menantang dalam keuangan publik China sehubungan dengan dampak ganda dari perlambatan pertumbuhan dan bertambahnya utang," kata Ekonom Senior Natixis Asia-Pasifik Gary Ng, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4/2024).

Baca Juga: AS dan UE Ketar-ketir Hadapi Model Ekonomi Alternatif China

Namun, lanjut dia, hal ini tidak berarti bahwa China akan mengalami gagal bayar dalam waktu dekat. "Namun ada kemungkinan untuk melihat polarisasi kredit di beberapa LGFV (sarana pembiayaan pemerintah daerah), terutama karena pemerintah provinsi melihat kesehatan fiskal yang lebih lemah," tuturnya.

Fitch memperkirakan defisit pemerintah China secara umum – yang mencakup infrastruktur dan aktivitas fiskal resmi lainnya di luar anggaran utama – akan meningkat menjadi 7,1% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2024 dari 5,8% pada tahun 2023, tertinggi sejak 8,6% pada tahun 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Rekomendasi
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Berita Terkini
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved