Bank-bank Rusia Berpeluang Mengalahkan Rekor Pendapatan Rp558,3 Triliun di 2023
Kamis, 11 April 2024 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gubernur Bank Sentral: Pakai Uang Rusia untuk Membangun Kembali Ukraina
Peningkatan tersebut sejalan dengan proyeksi sebelumnya, dimana pada bulan Maret regulator memperkirakan laba sektor ini di 2024 antara 2,3-2,8 triliun rubel (USD24,6 - USD30 miliar).
Sektor perbankan Rusia tidak terkecuali juga terkena dampak di bawah tekanan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2022, setelah dimulainya operasi militer khusus Moskow di Ukraina. Sebagian besar bank Rusia terputus dari sistem keuangan Barat. Lembaga keuangan utama juga dilarang menggunakan mekanisme kliring SWIFT.
Bank Rusia, bagaimanapun diterangkan telah siap untuk menghadapi situasi tersebut. Barat awalnya memberlakukan sanksi terhadap Moskow pada 2014 setelah referendum Krimea yang mengakibatkan wilayah tersebut bergabung dengan Rusia.
Pada saat itu, sektor keuangan menjadi sasaran sanksi. Bank-bank besar dibatasi dari akses terhadap utang Barat dan pasar modal. Sebagai tanggapan, bank sentral mulai meningkatkan kedaulatan keuangan negara dengan mengembangkan sistem pembayarannya sendiri.
Peningkatan tersebut sejalan dengan proyeksi sebelumnya, dimana pada bulan Maret regulator memperkirakan laba sektor ini di 2024 antara 2,3-2,8 triliun rubel (USD24,6 - USD30 miliar).
Sektor perbankan Rusia tidak terkecuali juga terkena dampak di bawah tekanan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2022, setelah dimulainya operasi militer khusus Moskow di Ukraina. Sebagian besar bank Rusia terputus dari sistem keuangan Barat. Lembaga keuangan utama juga dilarang menggunakan mekanisme kliring SWIFT.
Bank Rusia, bagaimanapun diterangkan telah siap untuk menghadapi situasi tersebut. Barat awalnya memberlakukan sanksi terhadap Moskow pada 2014 setelah referendum Krimea yang mengakibatkan wilayah tersebut bergabung dengan Rusia.
Pada saat itu, sektor keuangan menjadi sasaran sanksi. Bank-bank besar dibatasi dari akses terhadap utang Barat dan pasar modal. Sebagai tanggapan, bank sentral mulai meningkatkan kedaulatan keuangan negara dengan mengembangkan sistem pembayarannya sendiri.
Lihat Juga :