Perang Iran-Israel Berlangsung Singkat, Harga Minyak Kembali Melandai
Senin, 15 April 2024 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dampak Konflik Iran-Israel ke RI, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000 per USD
Diketahui, harga minyak acuan sempat naik pada hari Jumat (12/4) sebagai antisipasi serangan balasan oleh Iran, menyentuh level tertinggi sejak Oktober. Meskipun kerusakan yang dialami Israel terbatas, para analis secara luas memperkirakan setidaknya kenaikan harga akan terjadi dalam jangka pendek pada pagi ini.
"Serangan tersebut menandai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya di kawasan yang sudah bergejolak," kata Wakil Presiden Senior Rystad Energy Jorge Leon.
Para analis mengatakan dampak harga yang lebih signifikan dan bertahan lama dari eskalasi ini akan memerlukan gangguan material terhadap pasokan, seperti pembatasan pengiriman di Selat Hormuz dekat Iran. Sejauh ini, konflik Israel-Hamas hanya berdampak kecil terhadap pasokan minyak.
"Dalam jangka menengah, ketidakstabilan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Eropa berarti bahwa semua risiko tetap berada pada sisi atas minyak mentah menuju USD90," katanya.
Diketahui, harga minyak acuan sempat naik pada hari Jumat (12/4) sebagai antisipasi serangan balasan oleh Iran, menyentuh level tertinggi sejak Oktober. Meskipun kerusakan yang dialami Israel terbatas, para analis secara luas memperkirakan setidaknya kenaikan harga akan terjadi dalam jangka pendek pada pagi ini.
"Serangan tersebut menandai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya di kawasan yang sudah bergejolak," kata Wakil Presiden Senior Rystad Energy Jorge Leon.
Para analis mengatakan dampak harga yang lebih signifikan dan bertahan lama dari eskalasi ini akan memerlukan gangguan material terhadap pasokan, seperti pembatasan pengiriman di Selat Hormuz dekat Iran. Sejauh ini, konflik Israel-Hamas hanya berdampak kecil terhadap pasokan minyak.
"Dalam jangka menengah, ketidakstabilan geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Eropa berarti bahwa semua risiko tetap berada pada sisi atas minyak mentah menuju USD90," katanya.
(fjo)
Lihat Juga :