Indonesia Dipastikan Tidak Impor Migas dari Iran, ESDM: Pertamina Antisipasi Eskalasi Berlanjut
Senin, 15 April 2024 - 13:44 WIB
loading...
Kementerian ESDM memastikan, bahwa Indonesia tidak mengimpor minyak dan gas (migas) dari Iran, lantas bagaimana dengan dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) memastikan, bahwa Indonesia tidak mengimpor minyak dan gas (migas) dari Iran. Hal itu diungkapkannya merespons dampak yang akan dirasakan Indonesia atas memanasnya perang Israel dengan Iran.
"Tidak ada (impor dari Iran), walaupun kita menjalin kerjasama dengan Iran, tapi tidak mudah untuk melakukan implementasi. Jadi kita sampai saat ini tidak ada," tegas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji dalam sebuah webinar bertemakan "Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI" yang disaksikan secara virtual, Senin (15/4/2024).
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel
Dalam kesempatan ini, Tutuka juga menuturkan bahwa Pertamina lebih banyak mengimpor BBM dibandingkan dengan minyak mentah (crude oil). Ia bilang, impor BBM paling besar dari Singapore sebesar 56,58% dan Malaysia sebesar 26,75%.
Sementara untuk LPG, lanjut Tutuka, impor paling besar berasal dari Amerika kemudian disusul oleh Uni Emirat Arab dan Qatar. "Jadi disini kita melihat ada negara yang bisa terlibat konflik ya, misal di LPG dengan Amerika yang berhubungan dengan impor LPG nya," urai Tutuka.
"Tidak ada (impor dari Iran), walaupun kita menjalin kerjasama dengan Iran, tapi tidak mudah untuk melakukan implementasi. Jadi kita sampai saat ini tidak ada," tegas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji dalam sebuah webinar bertemakan "Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI" yang disaksikan secara virtual, Senin (15/4/2024).
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel
Dalam kesempatan ini, Tutuka juga menuturkan bahwa Pertamina lebih banyak mengimpor BBM dibandingkan dengan minyak mentah (crude oil). Ia bilang, impor BBM paling besar dari Singapore sebesar 56,58% dan Malaysia sebesar 26,75%.
Sementara untuk LPG, lanjut Tutuka, impor paling besar berasal dari Amerika kemudian disusul oleh Uni Emirat Arab dan Qatar. "Jadi disini kita melihat ada negara yang bisa terlibat konflik ya, misal di LPG dengan Amerika yang berhubungan dengan impor LPG nya," urai Tutuka.
Lihat Juga :