Lampaui Perkiraan, Ekonomi China Tumbuh 5,3% di Kuartal I-2024
Selasa, 16 April 2024 - 12:56 WIB
loading...
Ekonomi China tumbuh 5,3% di kuartal I-2024 melampaui perkiraan banyak analis. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional menunjukkan, ekonomi China tumbuh 5,3% pada kuartal I-2024, melampaui pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya. Capaian itu juga di atas ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan 4,6%.
"Hasilnya positif bagi perekonomian untuk mencapai targetnya. Momentum tampaknya stabil untuk saat ini, dibuktikan dengan data bulan Maret yang tidak mengejutkan," kata Jeff Ng, kepala strategi makro Asia di SMBC di Singapura seperti dilansir Reuters, Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Mengungkap Misi Ambisius Ekonomi China, Tahun Ini Target Tumbuh 5%
Dia menilai, sentimen masih cenderung bearish dan mengantisipasi beberapa pembalikan pada kuartal terakhir tahun 2024. Secara kuartalan, PDB China tumbuh 1,6% pada kuartal pertama tahun 2024 ini, di atas perkiraan pertumbuhan sebesar 1,4%.
Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini dinilai masih kesulitan untuk bangkit kembali pasca-Covid, karena terbebani oleh penurunan properti yang berkepanjangan, meningkatnya utang pemerintah daerah, dan lemahnya belanja sektor swasta.
"Hasilnya positif bagi perekonomian untuk mencapai targetnya. Momentum tampaknya stabil untuk saat ini, dibuktikan dengan data bulan Maret yang tidak mengejutkan," kata Jeff Ng, kepala strategi makro Asia di SMBC di Singapura seperti dilansir Reuters, Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Mengungkap Misi Ambisius Ekonomi China, Tahun Ini Target Tumbuh 5%
Dia menilai, sentimen masih cenderung bearish dan mengantisipasi beberapa pembalikan pada kuartal terakhir tahun 2024. Secara kuartalan, PDB China tumbuh 1,6% pada kuartal pertama tahun 2024 ini, di atas perkiraan pertumbuhan sebesar 1,4%.
Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini dinilai masih kesulitan untuk bangkit kembali pasca-Covid, karena terbebani oleh penurunan properti yang berkepanjangan, meningkatnya utang pemerintah daerah, dan lemahnya belanja sektor swasta.
Lihat Juga :