Transformasi Pelabuhan Nonpetikemas Semakin Efisien dan Inovatif
Selasa, 16 April 2024 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Untuk semakin meningkatkan kinerja, Saut menyarankan agar SPMT Group fokus dalam melakukan investasi dan inovasi. Inovasi tak hanya dilakukan di lini 1, dan lini 2 tapi juga masuk kepada layanan logistik. “Bisnis mereka positif dan memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan di masa mendatang,”ujarnya.
Saut mengatakan, tantangan berupa birokrasi yang kini terpusat harus segera dicarikan solusinya. Mengingat dengan proses bisnis yang sudah terdigitalisasi, layanan kepelabuhanan harus lebih handal dan sederhana. “Dulu kan ada di masing-masing daerah birokrasinya, kini terpusat. Harus disederhanakan,”katanya. Dalam kaitan ekspansi bisnis kepelabuhanan SPMT Group dinilai memiliki peluang besar karena dikungan ekosistem yang handal. “Perkuat kolaborasi sehingga semakin kompetitif,” tuturnya.
SPMT Group sendiri berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa di pelabuhan.
Direktur Operasi PT Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto dalam keterangan tertulis menerangkan, SPMT terus melakukan proses transformasi dan standarisasi operasional dan komersial di seluruh pelabuhan yang dimulai dari pre-transformasi, standarisasi, sistemisasi, dan integrasi yang pelaksanaanya mengacu pada 6 pilar yakni, Proses, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur dan HSSE.
SPMT Group telah menerapkan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M) yang memiliki arsitektur yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain seperti customer portal, sistem layanan kapal, dan sistem layanan keuangan. Selain terintegrasi dengan beberapa sistem, PTOS-M memiliki fitur yang memberikan kemudahan layanan seperti online booking request, operation planning, storage inventory, serta control & monitoring.
PTOS-M menjadi bagian dari proses transformasi dan standarisasi yang juga berdampak pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan.
SPMT terus melakukan transformasi yang progresif dan berkelanjutan dalam seluruh aspek operasional.
Sepanjang 2022-2023 sebanyak 25 pelabuhan telah melalui proses transformasi. Dari sisi kinerja, arus barang atau flow of goods yang dilayani oleh SPMT naik 28,8% dari sisi tonase per kapal per harinya. Selain itu, waktu bongkat muat harian juga semakin cepat 18,1%.
Baca Juga: 4 Negara ASEAN dengan Produksi Mobil Terbanyak, Thailand Memimpin
Waktu bongkar muat yang semakin efisien juga berimbas pada turunnya waktu sandar kapal di pelabuhan atau port stay sebesar 17,5%. Dari sisi dokumen juga durasi penerbitan nota kami meningkat 71,5% karena penyederhanaan proses administrasi dan menggunakan sistem PTOS-M.
Direktur SDM SPMT Edi Priyanto menambahkan dalam mendukung proses transformasi dan standarisasi pelabuhan, SPMT terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM melalui pelatihan, workshop, dan sertifikasi bagi pekerja SPMT.
Dalam dua tahun transformasi, SPMT juga gencar melakukan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, diwujudkan melalui berbagai ruang belajar dan diskusi virtual melalui komunitas seperti Community of Practice (COP) dan Community of Interest (COI) yang mengeksplor dunia kepelabuhanan serta sesi sharing session dengan membahas beragam tema untuk mendukung work life balance pekerja.
Saut mengatakan, tantangan berupa birokrasi yang kini terpusat harus segera dicarikan solusinya. Mengingat dengan proses bisnis yang sudah terdigitalisasi, layanan kepelabuhanan harus lebih handal dan sederhana. “Dulu kan ada di masing-masing daerah birokrasinya, kini terpusat. Harus disederhanakan,”katanya. Dalam kaitan ekspansi bisnis kepelabuhanan SPMT Group dinilai memiliki peluang besar karena dikungan ekosistem yang handal. “Perkuat kolaborasi sehingga semakin kompetitif,” tuturnya.
SPMT Group sendiri berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa di pelabuhan.
Direktur Operasi PT Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto dalam keterangan tertulis menerangkan, SPMT terus melakukan proses transformasi dan standarisasi operasional dan komersial di seluruh pelabuhan yang dimulai dari pre-transformasi, standarisasi, sistemisasi, dan integrasi yang pelaksanaanya mengacu pada 6 pilar yakni, Proses, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur dan HSSE.
SPMT Group telah menerapkan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOS-M) yang memiliki arsitektur yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain seperti customer portal, sistem layanan kapal, dan sistem layanan keuangan. Selain terintegrasi dengan beberapa sistem, PTOS-M memiliki fitur yang memberikan kemudahan layanan seperti online booking request, operation planning, storage inventory, serta control & monitoring.
PTOS-M menjadi bagian dari proses transformasi dan standarisasi yang juga berdampak pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan.
SPMT terus melakukan transformasi yang progresif dan berkelanjutan dalam seluruh aspek operasional.
Sepanjang 2022-2023 sebanyak 25 pelabuhan telah melalui proses transformasi. Dari sisi kinerja, arus barang atau flow of goods yang dilayani oleh SPMT naik 28,8% dari sisi tonase per kapal per harinya. Selain itu, waktu bongkat muat harian juga semakin cepat 18,1%.
Baca Juga: 4 Negara ASEAN dengan Produksi Mobil Terbanyak, Thailand Memimpin
Waktu bongkar muat yang semakin efisien juga berimbas pada turunnya waktu sandar kapal di pelabuhan atau port stay sebesar 17,5%. Dari sisi dokumen juga durasi penerbitan nota kami meningkat 71,5% karena penyederhanaan proses administrasi dan menggunakan sistem PTOS-M.
Direktur SDM SPMT Edi Priyanto menambahkan dalam mendukung proses transformasi dan standarisasi pelabuhan, SPMT terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM melalui pelatihan, workshop, dan sertifikasi bagi pekerja SPMT.
Dalam dua tahun transformasi, SPMT juga gencar melakukan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, diwujudkan melalui berbagai ruang belajar dan diskusi virtual melalui komunitas seperti Community of Practice (COP) dan Community of Interest (COI) yang mengeksplor dunia kepelabuhanan serta sesi sharing session dengan membahas beragam tema untuk mendukung work life balance pekerja.
(nng)
Lihat Juga :