Harga Minyak Mereda Usai Iran Meremehkan Serangan Balik Israel
Sabtu, 20 April 2024 - 04:23 WIB
loading...
A
A
A
Anggota produsen minyak OPEC - Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait dan Irak - mengirim sebagian besar minyak yang mereka ekspor melalui Selat Hormuz. Iran, sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketujuh di dunia, menurut Administrasi Informasi Energi AS, dan anggota OPEC terbesar ketiga.
Lonjakan awal harga minyak adalah "reaksi spontan terhadap kekhawatiran eskalasi perang baru antara Israel dan Iran," kata pakar pasar energi Vandana Hari dari Vanda Insights.
"Hal yang digarisbawahi oleh peristiwa terbaru adalah tingginya kerapuhan dan volatilitas dalam situasi Timur Tengah," tambahnya.
Pasar saham beragam karena investor bereaksi terhadap peristiwa terbaru. Di AS, Dow Jones Industrial Average sekitar 0,5% lebih tinggi pada sesi siang, sementara S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq turun 1,3%.
Di Inggris, indeks saham FTSE 100 ditutup 0,2% lebih tinggi, sementara FTSE 250 berakhir turun 0,3%. Sedangkan untuk Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,7%, sementara Hang Seng Hong Kong jatuh 0,9%.
Lonjakan awal harga minyak adalah "reaksi spontan terhadap kekhawatiran eskalasi perang baru antara Israel dan Iran," kata pakar pasar energi Vandana Hari dari Vanda Insights.
"Hal yang digarisbawahi oleh peristiwa terbaru adalah tingginya kerapuhan dan volatilitas dalam situasi Timur Tengah," tambahnya.
Pasar saham beragam karena investor bereaksi terhadap peristiwa terbaru. Di AS, Dow Jones Industrial Average sekitar 0,5% lebih tinggi pada sesi siang, sementara S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq turun 1,3%.
Di Inggris, indeks saham FTSE 100 ditutup 0,2% lebih tinggi, sementara FTSE 250 berakhir turun 0,3%. Sedangkan untuk Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,7%, sementara Hang Seng Hong Kong jatuh 0,9%.
(akr)
Lihat Juga :