Harga Minyak Mereda Usai Iran Meremehkan Serangan Balik Israel
Sabtu, 20 April 2024 - 04:23 WIB
loading...
A
A
A
Dicemaskan kenaikan harga minyak yang tajam dan berkelanjutan berisiko memicu inflasi. Negara-negara sangat bergantung pada komoditas tersebut, yang dipakai untuk memproduksi bahan bakar seperti bensin dan solar.
Harga bahan bakar dan energi telah menjadi pendorong utama tingginya biaya hidup di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Randeep Somel, fund manager di M&G Investment Management, mengatakan kepada program Today BBC: "Perhatian pasar terutama pada inflasi, bahwa ini benar-benar akan mendongkrak inflasi."
Saat ini harga Brent jauh di bawah level tertinggi yang sempat dicapai setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, lalu. Saat itu sejumlah ekonomi utama menjatuhkan sanksi terhadap negara penghasil minyak tersebut.
Beberapa pekan sesudahnya, harga minyak sempat menyentuh level USD125 per barel. Selain itu invasi Rusia saat itu juga berdampak terhadap harga emas seiring ketidakpastian karena dipandang sebagai investasi yang aman.
Sementara itu ketegangan yang meningkat di Timur Tengah telah menyebabkan kekhawatiran tentang apakah pengiriman melalui Selat Hormuz antara Oman dan Iran akan terpengaruh. Ini adalah rute pengiriman penting, karena sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia melewatinya.
Harga bahan bakar dan energi telah menjadi pendorong utama tingginya biaya hidup di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Randeep Somel, fund manager di M&G Investment Management, mengatakan kepada program Today BBC: "Perhatian pasar terutama pada inflasi, bahwa ini benar-benar akan mendongkrak inflasi."
Saat ini harga Brent jauh di bawah level tertinggi yang sempat dicapai setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, lalu. Saat itu sejumlah ekonomi utama menjatuhkan sanksi terhadap negara penghasil minyak tersebut.
Beberapa pekan sesudahnya, harga minyak sempat menyentuh level USD125 per barel. Selain itu invasi Rusia saat itu juga berdampak terhadap harga emas seiring ketidakpastian karena dipandang sebagai investasi yang aman.
Sementara itu ketegangan yang meningkat di Timur Tengah telah menyebabkan kekhawatiran tentang apakah pengiriman melalui Selat Hormuz antara Oman dan Iran akan terpengaruh. Ini adalah rute pengiriman penting, karena sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia melewatinya.
Lihat Juga :