Brutal Menggempur Gaza, Israel Tercekik Utang Rp697 Triliun
Senin, 22 April 2024 - 11:33 WIB
loading...
Seorang pria menggendong bayi saat para pengungsi Palestina, yang melarikan diri dari rumah mereka akibat serangan Israel, berlindung di sebuah kamp tenda. FOTO/Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
A
A
A
JAKARTA - Perang Israel dengan Hamas menyebabkan utang negara itu meningkat dua kali lipat tahun lalu. Israel menumpuk utang sebesar NIS 160 miliar atau USD43 miliar atau setara Rp697 triliun pada 2023 separuh dari sebelum konflik sebesar NIS 81 miliar.
Akuntan Jenderal Yali Rothenberg mengatakan peningkatan utang tahun lalu sangat besar untuk menyesuaikan taktis dan strategis.
"Terlepas dari banyaknya ketidakpastian dan tantangan, kemampuan untuk meningkatkan utang di pasar lokal dan global, bahkan di masa perang, dalam volume yang signifikan dan rasio cakupan yang sangat tinggi, menunjukkan tingginya aksesibilitas negara Israel ke pasar,” kata Yali, dikutip dari Reuters, Senin (22/4/2024).
Baca Juga: Bayi Palestina Ini Berhasil Dikeluarkan dari Perut Ibunya yang Tewas Dirudal Israel
Total utang mencapai 62,1% dari produk domestik bruto (PDB) 2023, naik darI 60,5% pada 2022, karena lonjakan pengeluaran perang, dan diperkirakan mencapai 67% pada 2024. Israel bulan lalu berhasil mengumpulkan rekor pinjaman USD8 miliar dalam penjualan obligasi internasional pertamanya sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, dengan permintaan yang sangat tinggi bahkan setelah Moody's menurunkan peringkat kredit Israel untuk pertama kalinya pada bulan Februari.
Akuntan Jenderal Yali Rothenberg mengatakan peningkatan utang tahun lalu sangat besar untuk menyesuaikan taktis dan strategis.
"Terlepas dari banyaknya ketidakpastian dan tantangan, kemampuan untuk meningkatkan utang di pasar lokal dan global, bahkan di masa perang, dalam volume yang signifikan dan rasio cakupan yang sangat tinggi, menunjukkan tingginya aksesibilitas negara Israel ke pasar,” kata Yali, dikutip dari Reuters, Senin (22/4/2024).
Baca Juga: Bayi Palestina Ini Berhasil Dikeluarkan dari Perut Ibunya yang Tewas Dirudal Israel
Total utang mencapai 62,1% dari produk domestik bruto (PDB) 2023, naik darI 60,5% pada 2022, karena lonjakan pengeluaran perang, dan diperkirakan mencapai 67% pada 2024. Israel bulan lalu berhasil mengumpulkan rekor pinjaman USD8 miliar dalam penjualan obligasi internasional pertamanya sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, dengan permintaan yang sangat tinggi bahkan setelah Moody's menurunkan peringkat kredit Israel untuk pertama kalinya pada bulan Februari.
Lihat Juga :