Bos BRI Beberkan Dampak BI Kerek Suku Bunga ke 6,25%

Kamis, 25 April 2024 - 10:59 WIB
loading...
Bos BRI Beberkan Dampak...
Direktur Utama BRI Sunarso. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ( BBRI ) menyambut baik Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin ke 6,25%.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, situasi global kemudian juga domestik pasti ujungnya yang harus dikelola adalah dua hal yaitu inflasi dan nilai tukar.

"Jadi menurut saya ya sudah tepat kalau BI dalam rangka me-manage nilai tukar dan mengendalikan inflasi mengambil langkah dengan cara merespon tantangan itu dengan menaikkan suku bunga," kata Sunarso dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI, Kamis (25/4/2024).

Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp15,98 Triliun di Kuartal I-2024

Menurut Sunarso, dampak kenaikan suku bunga BI pada bank sendiri adalah market atau pasar. Market dalam hal ini diajak bersama-sama untuk mengendalikan inflasi dan gejolak nilai tukar.

"Ya pasti kita harus ngikuti, anggapannya apa? ya kita harus ngikuti karena kenaikan suku bunga adalah keputusan yang logic, keputusan yang rasional bahwa karena kita menghadapi tantangan inflasi dan mengendalikan fluktuasi nilai tukar kita," jelasnya.

"Maka BI menggunakan instrumennya instrumen suku bunga, maka itu kita nilai bahwa itu adalah keputusan yang didasarkan pada analytic dan rasional dan logic," imbuh Sunarso.

Sunarso melanjutkan, dampaknya adalah pihak BRI memikul beban yang disebabkan oleh gejolak ini sehingga bank harus ikut bersusah payah untuk mempertahankan likuiditas di tengah tantangan kenaikan suku bunga.

Maka bagi bank yang harus dicermati adalah bagaimana likuiditasnya. Tetapi untuk sekarang BRI punya LDR di kisaran 83,38% yang berarti bank BUMN ini tidak punya isu likuiditas.

"Kenapa? ya LDR-nya itu 83,28% sementara kita masih bisa membukukan kredit 10% lebih, artinya apa? kredit masih tumbuh dan likuiditas masih longgar," tegas Sunarso.

Baca Juga: Dipuji DPR, Bos Bank BRI Dianggap Cocok Gantikan Sri Mulyani

Menurut Sunarso, LDR akan optimal di kisaran 90-92%, yang artinya tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Dengan LDR BRI yang 83,28% ini bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit.

"Jadi naiknya suku bunga, pertama kita respons sebagai keputusan yang logic dan rasional, tinggal tantangannya apa? pasti itu menyebabkan tantangan di likuiditas, tapi dengan BRI LDR 83,28% saya pikir kita biasa aja, justru kita pasti pertahankan likuiditas dengan sehat, kita harus pertahankan kredit di level double digit," jelas Sunarso.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved