Wamendag Jerry: Merdeka dalam Perdagangan Itu Mutlak

Selasa, 18 Agustus 2020 - 22:39 WIB
loading...
Wamendag Jerry: Merdeka...
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, upacara peringatan Kemerdekaan RI digelar secara sederhana. Namun, peringatan HUT RI ke-75 ini tak kehilangan makna, termasuk bagi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga.

Secara pribadi, Jerry memiliki pandangan sendiri soal makna perayaan kemerdekaan dalam konteks pandemi. Menurutnya, kata kuncinya adalah optimis dan terus bekerja keras mengisi kemerdekaan.

"Selalu optimis. Ingat, kita bangsa Indonesia ini dibentuk oleh berbagai macam krisis, termasuk krisis akibat pandemi kali ini. Hasilnya kita tetap survive dan berkembang. Jadi saya yakin dengan kerja keras dan kolaborasi kita semua bisa melalui ini," kata Jerry dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

(Lihat Juga: Presiden Joko Widodo Pakai Baju Adat NTT dalam Upacara Peringatan HUT RI ke-75)

Jerry menegaskan, kerja keras yang dimaksud harus dilakukan oleh semua elemen bangsa, sehingga bisa memberikan kontribusi total di bidang masing-masing. Bersama jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) , imbuh dia, dirinya juga bekerja keras untuk menjaga kepentingan perdagangan Indonesia.

Menurutnya, banyak agenda perdagangan yang harus dijaga dan ditingkatkan. Di dalam negeri, Wamendag menyebutkan, ketersediaan dan stabilitas kebutuhan masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui perdagangan dan peningkatan efektifitas serta efisiensi perdagangan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Sedangkan ke luar, sambung dia, perluasan pasar ekspor, peningkatan nilai tambah produk ekspor dan perdagangan antarnegara yang adil dan terbuka adalah tantangan yang perlu dijawab.

"Merdeka dalam perdagangan itu harus. Itu visi saya dan teman-teman di Kemendag dalam mengisi Kemerdekaan. Kita total, extraordinary dan transformatif melakukannya sebagaimana arahan Presiden dalam pidato di depan Sidang MPR kemarin," ujarnya.

Kemendag mencatat capaian yang baik selama pandemi Covid-19. Perdagangan dalam negeri relatif memuaskan, terlihat dari ketersediaan barang dan kestabilan harga. Sedangkan ekspor Indonesia meskipun mengalami tekanan tetapi tetap mencatat surplus sebesar USD5,5 miliar.

"Indonesia juga telah berhasil menyelesaikan sejumlah perundingan dagang bilateral maupun regional. Yang terbaru adalah IA-CEPA dan AHK-FTA," tuturnya.

Mengenai peringatan HUT RI, Jerry menyebut pidato Presiden Joko Widodo di depan MPR Jumat (14/8) lalu sebagai arahan untuk melaksanakan tugas negara dalam konteks mitigasi dan pemulihan akibat pandemi. Seluruh jajaran pemerintahan, termasuk dirinya harus siap melaksanakan arahan itu karena memang sudah menjadi tugasnya.

(Baca Juga: Wamendag: Pandemi Tidak Bisa Hapus Ketergantungan Antar Negara)

Jerry mengatakan, dari pidato tersebut dirinya membuat beberapa catatan. Pertama, adalah catatan makro yaitu bahwa Indonesia masih berada dalam mode darurat dalam menghadapi pandemi dan harus meneruskan upaya-upaya yang serius, luar biasa dan transformatif dalam seluruh bidang, khususnya dalam bidang kesehatan dan ekonomi.

Kedua, yang menurut Jerry harus dilaksanakan sebagai arahan, adalah masing-masing kementerian dan lembaga harus menyesuaikan diri serta saling berkoordinasi untuk mewujudkan visi yang diutarakan Kepala Negara.

"Kebijakan pembangunan dalam status mitigasi dan pemulihan ini harus dilihat secara utuh oleh semua kementerian dan lembaga. Dalam berbagai kesempatan Presiden mengingatkan untuk meninggalkan ego sektoral. Saya kira begitu juga cara kita dalam melihat pidato presiden, khususnya dalam pengantar Nota Keuangan RAPBN. Kami harus memperkuat koordinasi dan komunikasi antarkementerian dan lembaga sehingga tujuan yang disampaikan Presiden bisa tercapai," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Transformasi Perdagangan...
Transformasi Perdagangan Berbasis Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Nasional
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Prabowo Kunjungi Jepang...
Prabowo Kunjungi Jepang untuk Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan
Tiba di Amerika, Presiden...
Tiba di Amerika, Presiden Prabowo Bakal Bertemu Donald Trump Bahas Perjanjian Dagang
Rekomendasi
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved