Menguak Sebab Emiten BUMN Karya Absen Setor Dividen Tahun Ini

Minggu, 12 Mei 2024 - 08:25 WIB
loading...
Menguak Sebab Emiten...
Emiten BUMN Karya pada tahun 2024 absen tidak menyetor dividen kepada pemegang saham, berikut laporan kinerja emiten konstruksi pelat merah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Emiten Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Karya pada tahun 2024 absen tidak menyetor dividen kepada pemegang saham. Bahkan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas juga tidak menargetkan nilai dividen yang dapat dikontribusikan seluruh emiten konstruksi untuk tahun buku 2024.

Sehingga pada 2025 ada potensi BUMN karya kembali absen menyetor sebagian laba bersihnya ke pemegang saham. Baca Juga: 7 BUMN Karya Dilebur, Ditargetkan Rampung September 2024

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko mengatakan, pihaknya masih fokus pada penyehatan keuangan seluruh BUMN karya, lantaran struktur keuangan perusahaan masih terkontraksi.

Proses restrukturisasi pun ditargetkan mulai rampung tahun ini, terutama untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. alias WIKA. Baca Juga: 98,4% Kreditur Sepakati Restrukturisasi, Pemulihan Waskita Karya Bisa Dimulai

“Kita tidak target dividen di (BUMN) karya karena kita tahu mereka semua sedang penyehatan, jadi tidak ada dividen dulu di karya,” ujar Tiko saat ditemui beberapa waktu lalu.

Adapun, BUMN karya yang tidak membagikan dividen tahun ini, di antaranya PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

Bagaiman Kinerja Keuangan BUMN Karya?

Pencatatan keuangan dua emiten konstruksi pelat merah di tiga bulan pertama tahun ini masih negatif. Di mana, WIKA dan WSKT masih merugi.

Pada kuartal I-2024, Wijaya Karya membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp1,13 triliun. Angka ini naik 117% dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp521,25 miliar.

Dari laporan keuangannya, kerugian di kuartal I-2024 lantaran pendapatan bersih WIKA menurun 18,75% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,53 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,34 triliun.

Adapun sumber pendapatan WIKA pada periode tersebut berasal dari bidang infrastruktur dan gedung sebesar Rp1,53 triliun, industri Rp1,15 triliun, industri plant Rp585,97 miliar, hotel Rp192,28 miliar, realty dan properti Rp33,02 miliar, serta investasi Rp35,81 miliar.

Kondisi serupa juga dialami emiten bersandi saham WSKT, di mana perusahaan membukukan rugi menjadi Rp939,5 miliar pada paruh pertama semester satu tahun ini. Kerugian itu naik 150,59% dibandingkan periode serupa 2023, yakni Rp 374,93 miliar.

Pencatatan keuangan negatif ini didorong oleh meningkatnya beban keuangan yang terkerek hingga 56,17% menjadi Rp1,09 triliun. Adapun, Waskita Karya mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp2,17 triliun di kuartal I-2024, turun 20,27% secara tahunan dari kuartal I-2023, yaitu Rp2,73 triliun.

Sumber pendapatan Waskita berasal dari segmen jasa konstruksi senilai Rp1,48 triliun, turun 35,31% secara tahunan. Meskipun begitu, penjualan precast tumbuh 250,74% menjadi Rp364,7 miliar. Lalu, pendapatan jalan tol naik 1,75% ke posisi Rp248,66 miliar.

Sekalipun dua perusahaan masih merugi, namun keuangan dua emiten BUMN karya lainnya sudah mulai positif. Keduanya adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. atau PTPP dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, atau ADHI.

Pada kuartal satu tahun ini, PTPP berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp94,60 miliar. Capaian tersebut meroket 176 persen dari periode yang sama 2023 senilai Rp34,22 miliar.

Pembukuan ini didorong oleh pendapatan usaha yang naik 5,7% menjadi Rp4,61 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp4,36 triliun. Harga pokok pendapatan naik menjadi Rp4,08 triliun dari posisi sama 2023 Rp3,80 triliun.

Kendati, PTPP memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2023, karena perusahaan masih fokus pada penguatan struktur permodalan.

Keadaan yang hampir sama juga dialami ADHI, dimana laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp10,15 miliar selama kuartal I-2024. Laba ini naik 20,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp8,45 miliar.

Hanya saja, pendapatan Adhi Karya turun sepanjang kuartal satu tahun ini. Dalam laporan keuangan, perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,63 triliun atau lebih rendah 1,21% dari kuartal I-2023 yang berada di posisi Rp2,66 triliun.

Pendapatan usaha ADHI ditopang oleh usaha teknik dan konstruksi sebesar Rp2,03 triliun, properti dan pelayanan Rp106,33 miliar, manufaktur Rp379,54 miliar, dan investasi dan konsesi Rp98,58 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
MPMX Meningkatkan Pembagian...
MPMX Meningkatkan Pembagian Dividen Tunai di Tengah Kondisi Industri yang Menantang
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Jasa Marga Tebar Dividen...
Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun, Catat Kapan Cairnya
Agresif Ekspansi, OBAT...
Agresif Ekspansi, OBAT Tetap Tebar Dividen 20%
Selain Bagikan Dividen,...
Selain Bagikan Dividen, RUPST Telkom juga Putuskan Perombakan Direksi dan Komisaris
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Mulia Boga Raya (KEJU)...
Mulia Boga Raya (KEJU) Tebar Dividen Tunai Rp73,12 Miliar
Rekomendasi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved