Yellen Ajak AS dan Eropa Keroyokan Sita Aset Rusia Rp4.789 Triliun

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:44 WIB
loading...
A A A
Para pemimpin keuangan dari G7 dijadwalkan bakal bertemu di Stresa, Italia akhir pekan ini, dan Yellen mendorong mereka untuk menyetujui rencana untuk menggunakan aliran pendapatan dari sekitar USD300 miliar aset negara Rusia yang dibekukan untuk mendukung pinjaman yang lebih besar ke Ukraina.

Para pendukung rencana tersebut mengatakan ini dapat memberikan hingga USD50 miliar di muka untuk Ukraina tanpa menyita aset, bukan sekitar USD3,5 miliar per tahun yang didapatkan dari bunga.

Baca Juga: 5 Negara Penikmat Gas Rusia Terbesar, No 1 dan 2 Mulai Was-was

Dalam beberapa bulan terakhir, Barat dan sekutunya belum sepaham soal seberapa jauh penggunaan aset bank sentral Rusia. Amerika Serikat percaya bahwa menyita uang tersebut dan memberikannya kepada Ukraina adalah sah menurut hukum internasional, namun beberapa negara Eropa, termasuk Perancis dan Jerman, merasa khawatir mengenai keabsahan tindakan tersebut dan preseden yang akan diambil.

Kongres AS sebelumnya telah mengeluarkan undang-undang untuk mengesahkan penyitaan penuh aset Rusia yang dibekukan yang sebagian besar disimpan di Eropa. Akan tetapi Moskow telah bersumpah akan melakukan pembalasan dan para pejabat Uni Eropa telah memilih rencana yang lebih konservatif untuk memasukkan aset tersebut ke dalam dana bantuan militer dan sipil untuk Ukraina.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved