5 Negara Penikmat Gas Rusia Terbesar, No 1 dan 2 Mulai Was-was
Senin, 20 Juni 2022 - 13:30 WIB
loading...
Rusia mulai mengurangi pasokan gas secara intens ke Eropa, yang memaksa beberapa negara mempersiapkan rencana darurat menjelang musim dingin. Berikut 5 negara penikmat gas Rusia terbesar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Rusia mulai mengurangi pasokan gas secara intens ke Eropa , yang memaksa beberapa negara mempersiapkan rencana darurat menjelang musim dingin. Rusia sendiri memasok 40% gas alam miliknya ke Uni Eropa (UE) serta 27% minyak mentah dikirimkan ke benua biru.
Sebagai imbalannya, Rusia mendapatkan bayaran sekitar USD430 miliar atau setara dengan Rp6.338 triliun (Kurs Rp14.741 per USD) setiap tahunnya. Sementara itu UE telah membuat langkah untuk menyapih dirinya sendiri dari bahan bakar fosil Rusia sebagai tanggapan atas invasi Vladimir Putin ke Ukraina, dengan melarang sebagian besar impor minyak pada akhir 2022.
Baca Juga: Rusia Mulai Batasi Pasokan Gas ke Jerman, Peringatan untuk Eropa
Selain itu Uni Eropa juga berkomitmen untuk mengurangi impor gas dari Rusia sebesar dua pertiga dalam setahun, tetapi sulit untuk mendapatkan kesepakatan tentang langkah-langkah lebih lanjut seperti larangan impor langsung.
Negara-negara anggota telah didesak untuk menyimpan gas selama musim panas ketika permintaan bahan bakar bakal meningkat di musim dingin. Namun langkah terbaru Rusia untuk mengurangi pasokan gas telah memperdalam kekhawatiran bahwa benua biru kemungkinan besar harus bekerja keras mengamankan penyimpanan yang cukup.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA) tahun 2020, berikut 10 negara yang langganan mengimpor gas dari Rusia. Jutaan meter kubik disedot setiap harinya dengan beberapa negara Eropa menjadi pembeli teratas gas Rusia.
1. Jerman
Jerman merupakan sebuah negara dengan ekonomi terbesar dan terkuat yang ada di Eropa, PDB terbesar keempat dunia dan dengan pendapatan nasional bruto terbesar kelima di dunia. Jerman adalah kontributor terbesar ke Uni Eropa tahun 2011.
Namun penopang ekonomi Eropa itu tengah waspada, usai Rusia mulai memberikan tekanan dengan memangkas pasokan gas kepada pembeli teratasnya di Eropa. Gazprom PJSC membatasi pasokan gas melalui pipa Nord Stream ke Jerman sebesar 60%, hal itu semakin besar dari pemotongan awal terhadap pembeli utama Eropa yang diumumkan pada hari Selasa.
Jerman telah menuduh Gazprom berusaha untuk mempermainkan pasar dengan mendorong harga energi lewat kebijakan pengurangan pasokan secara tajam. Tetapi perusahaan raksasa energi Rusia itu mengatakan, pengurangan terjadi karena keterlambatan pengembalian peralatan yang dilayani oleh Siemens Energy Jerman di Kanada.
Langkah pengurangan membuat Jerman waspada, dimana negara ini mengimpor gas Rusia mencapai 42,6 miliar meter kubik menurut data IEA tahun 2020. Menanggapi pasokan Rusia yang semakin seret, Jerman sebenarnya telah lebih berhati-hati dan mengurangi konsumsi gas mereka di sektor industri.
Penyesuaian ini dilakukan dalam rangka menjamin pasokan untuk fasilitas-fasilitas penting tetap aman.
Sebagai imbalannya, Rusia mendapatkan bayaran sekitar USD430 miliar atau setara dengan Rp6.338 triliun (Kurs Rp14.741 per USD) setiap tahunnya. Sementara itu UE telah membuat langkah untuk menyapih dirinya sendiri dari bahan bakar fosil Rusia sebagai tanggapan atas invasi Vladimir Putin ke Ukraina, dengan melarang sebagian besar impor minyak pada akhir 2022.
Baca Juga: Rusia Mulai Batasi Pasokan Gas ke Jerman, Peringatan untuk Eropa
Selain itu Uni Eropa juga berkomitmen untuk mengurangi impor gas dari Rusia sebesar dua pertiga dalam setahun, tetapi sulit untuk mendapatkan kesepakatan tentang langkah-langkah lebih lanjut seperti larangan impor langsung.
Negara-negara anggota telah didesak untuk menyimpan gas selama musim panas ketika permintaan bahan bakar bakal meningkat di musim dingin. Namun langkah terbaru Rusia untuk mengurangi pasokan gas telah memperdalam kekhawatiran bahwa benua biru kemungkinan besar harus bekerja keras mengamankan penyimpanan yang cukup.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA) tahun 2020, berikut 10 negara yang langganan mengimpor gas dari Rusia. Jutaan meter kubik disedot setiap harinya dengan beberapa negara Eropa menjadi pembeli teratas gas Rusia.
1. Jerman
Jerman merupakan sebuah negara dengan ekonomi terbesar dan terkuat yang ada di Eropa, PDB terbesar keempat dunia dan dengan pendapatan nasional bruto terbesar kelima di dunia. Jerman adalah kontributor terbesar ke Uni Eropa tahun 2011.
Namun penopang ekonomi Eropa itu tengah waspada, usai Rusia mulai memberikan tekanan dengan memangkas pasokan gas kepada pembeli teratasnya di Eropa. Gazprom PJSC membatasi pasokan gas melalui pipa Nord Stream ke Jerman sebesar 60%, hal itu semakin besar dari pemotongan awal terhadap pembeli utama Eropa yang diumumkan pada hari Selasa.
Jerman telah menuduh Gazprom berusaha untuk mempermainkan pasar dengan mendorong harga energi lewat kebijakan pengurangan pasokan secara tajam. Tetapi perusahaan raksasa energi Rusia itu mengatakan, pengurangan terjadi karena keterlambatan pengembalian peralatan yang dilayani oleh Siemens Energy Jerman di Kanada.
Langkah pengurangan membuat Jerman waspada, dimana negara ini mengimpor gas Rusia mencapai 42,6 miliar meter kubik menurut data IEA tahun 2020. Menanggapi pasokan Rusia yang semakin seret, Jerman sebenarnya telah lebih berhati-hati dan mengurangi konsumsi gas mereka di sektor industri.
Penyesuaian ini dilakukan dalam rangka menjamin pasokan untuk fasilitas-fasilitas penting tetap aman.
Lihat Juga :