Tegur Garuda Soal Penerbangan Haji, Kemenhub Tekankan 2 Poin Ini
Sabtu, 25 Mei 2024 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Surat teguran juga diberikan terkait kejadian Return To Base (RTB) pesawat Garuda Indonesia, dengan nomor penerbangan GA 1105 tipe Boeing 747-400 registrasi ER-BOS, untuk Pemberangkatan Jemaah Haji Embarkasi Makassar kloter 5 di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), menuju Madinah (MED) pada Selasa, 15 Mei 2024.
Baca Juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah
"Kami juga meminta Garuda Indonesia untuk memastikan kesiapan pesawat baik operasional maupun perawatannya selama pelaksanaan penerbangan Angkutan Haji Tahun 2024. Selain itu, perlu ditingkatkan kordinasi antara Garuda Indonesia dengan pemilik pesawat yang disewa," tegas Menhub.
Sebelumnya, surat teguran ke Garuda Indonesia juga dilayangkan Kementerian Agama (Kemenag) pada 16 Mei lalu. Perfoma maskapai tersebut pada penerbangan haji tahun ini dinilai buruk. Kemenag juga menilai belum ada perbaikan layanan yang signifikan dari Garuda setelah teguran dilayangkan.
Atas ketidakpuasan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pun meminta maaf. Irfan atas nama manajemen menegaskan tidak menafikan soal keterlambatan dan performa lainnya yang dinilai kurang bagus. Dia juga memastikan Garuda siap untuk melakukan perbaikan ke depannya.
Baca Juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Operasi Militer di Rafah
"Kami juga meminta Garuda Indonesia untuk memastikan kesiapan pesawat baik operasional maupun perawatannya selama pelaksanaan penerbangan Angkutan Haji Tahun 2024. Selain itu, perlu ditingkatkan kordinasi antara Garuda Indonesia dengan pemilik pesawat yang disewa," tegas Menhub.
Sebelumnya, surat teguran ke Garuda Indonesia juga dilayangkan Kementerian Agama (Kemenag) pada 16 Mei lalu. Perfoma maskapai tersebut pada penerbangan haji tahun ini dinilai buruk. Kemenag juga menilai belum ada perbaikan layanan yang signifikan dari Garuda setelah teguran dilayangkan.
Atas ketidakpuasan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pun meminta maaf. Irfan atas nama manajemen menegaskan tidak menafikan soal keterlambatan dan performa lainnya yang dinilai kurang bagus. Dia juga memastikan Garuda siap untuk melakukan perbaikan ke depannya.
(fjo)
Lihat Juga :