Tekfin Permudah UMKM Mendapatkan Akses Permodalan

Sabtu, 25 Mei 2024 - 22:03 WIB
loading...
Tekfin Permudah UMKM...
Perkembangan teknologi mendorong UMKM untuk memanfaatkan digitilisasi. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perkembangan teknologi mendorong UMKM untuk memanfaatkan digitilisasi. Apalagi, UMKM membutuhkan produk dan layanan keuangan baru dan inovatif dalam meningkatkan usaha bisnisnya.

"Saat ini perkembangan digitilisasi mendorong pertumbuhan ekonomi baik bisnis maupun ekonomi secara keseluruhan dapat mengalami stagnasi," kata Founder dan CEO FSB Indonesia Aida Sutanto, dikutip di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).



Dia mengungkapkan banyak UMKM yang memiliki masalah terhadap agunan kredit dalam mendapatkan akses permodalan. Untuk itu peran teknologi finansial sangat penting bagi UMKM. Sebab, Teknologi finansial (tekfin) atau juga dikenal dengan Financial Technology (Fintech) mengkolaborasikan jasa keuangan dengan inovasi teknologi yang terus berkembang.

Adapun, Otoritas Jasa Keuangan mencatat bahwa sebanyak 74% UKM tidak memiliki akses permodalan Sementara itu, hanya 13% UKM yang dilaporkan telah melakukan transformasi digital yang berkelanjutan. "Jadi peran tekfin ini menjembatani UMKM dalam mendapatkan jaminan dalam transaksi pinjaman antara debitur dan kreditur," bebernya.

Dia menambahkan pihaknya sudah banyak mengedukasi mengenai pemanfaatan tekfin. Apalagi, saat ini Indonesia sudah menjadi pasar besar untuk membangun tekfin. "Jadi kami terus mengedukasi tekfin ke dunia UMKM karena memang untuk membantu UMKM naik kelas. Apalagi Indonesia sekarang sudah berbenah untuk kemajuaan teknologi dalam sektor keuangan," jelasnya.



Lebih lanjut, UMKM membutuhkan produk dan layanan keuangan baru dan inovatif. Tentunya, kebijakan Pemerintah Indonesia akan membantu perluasan tekfin.

"Startup juga memainkan peran kritikal dalam pemberdayaan UMKM. Dalam sektor Tekfin khususnya, peran kami di FSB Indonesia ada dua: memfasilitasi akses modal dan mendorong transformasi digital. Karena jumlah pinjaman produktif yang hanya mencapai 29,4% dari total pinjaman di sektor P2P," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BRI Dorong UMKM Kota...
BRI Dorong UMKM Kota Depok Naik Kelas Lewat Program Klasterku, Pelaku Usaha Beri Apresiasi
LPDB Perkuat Ekonomi...
LPDB Perkuat Ekonomi Syariah Berbasis Koperasi melalui Pembiayaan Dana Bergulir
Tanaman Hias yang Mengubah...
Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
Peruri Libatkan UMKM...
Peruri Libatkan UMKM Binaan dalam Kemeriahan Sparkling Ramadan
Mitra LPDB Tak Perlu...
Mitra LPDB Tak Perlu Cemas Terhadap Koperasi Desa Merah Putih, Potensinya Besar
Februari 2025, Bank...
Februari 2025, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp9,01 Triliun ke 77.500 UMKM
Kemendag: Ekonomi Kreatif...
Kemendag: Ekonomi Kreatif Punya Potensi Besar untuk Ekspor
Klaster Erwela: Merajut...
Klaster Erwela: Merajut Asa dan Prestasi Bersama BRI
Sampoerna Ciptakan Pasar...
Sampoerna Ciptakan Pasar dan Bantu UMKM Tumbuh Lewat Platform Digital
Rekomendasi
BCL Alami Gangguan Kecemasan...
BCL Alami Gangguan Kecemasan hingga Rutin Konsultasi
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs China: SUGBK Siap Jadi Lautan Merah Putih dan Pecahkan Rekor
Sinopsis Sinetron Cinta...
Sinopsis Sinetron Cinta Yasmin Eps 264: Galang Masih Sadar, Ajeng Was-was
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
4 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
6 jam yang lalu
Infografis
Cara Mendapatkan Insentif...
Cara Mendapatkan Insentif Rp7 Juta untuk Motor Listrik Baru
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved