Sanksi Baru Uni Eropa ke Rusia, Sasar Tarif Impor Senilai Rp7.000 T

Sabtu, 01 Juni 2024 - 11:42 WIB
loading...
Sanksi Baru Uni Eropa...
Uni Eropa bakal mengenakan tarif impor biji-bijian hingga bahan bakar nuklir dari Rusia mulai 1 Juli 2024. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) bakal mengenakan tarif impor biji-bijian hingga bahan bakar nuklir dari Rusia dengan nilai mencapai USD46 miliar atau setara lebih Rp7.000 triliun yang sampai saat ini masih dizinkan masuk ke kawasan tersebut.

Meskipun sebagian besar perdagangan Uni Eropa dengan Rusia telah dihentikan karena konflik Ukraina sejumlah impor masih diperbolehkan dengan pertimbangan tidak ada pasokan alternatif atau khawatir terjadi gangguan pasokan global. Para menteri perdagangan Uni Eropa meminta Komisi Eropa untuk mengembangkan sebuah rencana untuk mengenakan bea masuk atas impor biji-bijian, bahan bakar nuklir, dan obat-obatan.

Komisioner Perdagangan Uni Eropa Valdis Dombrovskis mengatakan inisiatif penggunaan tarif yang lebih luas diajukan oleh Swedia. "Dari sisi Komisi Eropa, kami akan mengkaji hal ini dan memberikan opsi-opsi kepada negara-negara anggota untuk melangkah maju," kata dia dilansir dari Russian Today, Sabtu (1/6/2024).

Baca Juga: Pernyataan Putin Ini Isyaratkan Perang Dunia III Rusia vs NATO Semakin Dekat

Menteri Perdagangan Swedia Johan Forssell menegaskan penting untuk memangkas pendapatan Rusia sehingga pendapatan dari tarif ini dapat digunakan untuk membantu Ukraina memenangkan perang. Dia menyerukan kenaikan tarif yang luas untuk semua perdagangan meski pihaknya mengakui sensitif di sejumlah area.

Pada Kamis (30/5) lalu para menteri Uni Eropa mengadopsi sebuah peraturan yang menaikkan tarif impor untuk biji-bijian Rusia dan Belarusia. Pungutan tersebut dijadwalkan akan berlaku mulai 1 Juli menyasar sereal, biji minyak dan produk turunannya, serta pelet bubur bit dan kacang polong kering dari kedua negara. Berdasarkan laporan dari FT, Uni Eropa menetapkan tarif yang sangat tinggi sebesar USD100 per ton sehingga menjadi sebuah larangan yang efektif.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan bahwa pengenaan tarif terhadap biji-bijian Rusia merupakan contoh persaingan tidak sehat. Langkah ini akan memukul konsumen Uni Eropa sementara Moskow akan menggunakan rute pasokan alternatif.

Beberapa negara anggota Uni Eropa juga telah mengusulkan perluasan sanksi-sanksi blok tersebut untuk memasukkan bahan bakar nuklir yang dijual oleh Moskow. Sementara, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengingatkan bahwa tidak ada cara cepat untuk beralih dari bahan bakar nuklir Rusia. Keputusan tersebut juga dianggap akan membahayakan pasar energi global.

Baca Juga: 7 Bank Rusia yang Dijegal Sanksi Barat, Kini Diblokir dari SWIFT

Sebagai informasi, Uni Eropa bertujuan untuk mengadopsi putaran sanksi baru sebelum bulan Juli. Brussels mengadopsi paket ke-13 pembatasan terhadap Moskow menjelang ulang tahun kedua dimulainya konflik Ukraina pada bulan Februari.

Langkah-langkah ini sebagian besar ditujukan untuk menutup celah untuk mencegah Rusia menghindari pembatasan yang ada melalui negara-negara ketiga. Beberapa politisi dan diplomat tingkat tinggi Uni Eropa telah mengakui bahwa ruang lingkup sanksi lebih lanjut semakin menyempit.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved