SDM Pertanian dan Infrastruktur Jadi Kunci Maksimalkan Fungsi BP Kostratani
Kamis, 20 Agustus 2020 - 18:53 WIB
loading...
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengatakan, ada dua hal penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan fungsi BPP Kostratani. Foto/Dok
A
A
A
KARAWANG - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengatakan, ada dua hal penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan fungsi BPP Kostratani. Yaitu, memperkuat sarana dan prasarana pendukung serta SDM BPP. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi 2 BPP Kostratani di Karawang, yaitu BPP Kostratani Ciampel dan BPP Kostratani Karawang Barat.
"Penguatan BPP Kostratani dilakukan baik dalam fisik berupa bangunan maupun sarana dan prasarana lainnya, juga SDM di BPP. Untuk sarana dan prasarana, BPP kita lengkapi dengan komputer dan khususnya IT. Mengapa IT? Karena IT digunakan untuk komando, untuk pengelolaan kapasitas penyuluh dan petani. Lewat itu juga kita sampaikan bagaimana caranya pengendalian OPT, dan lainnya," tuturnya.
(Baca Juga: Model BPP Kostratani Jadi Harapan Kerek Produksi dan Kesejahteraan Petani )
Menurut Dedi, dengan IT SDM yang ada di BPP juga bisa ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan. Instrukturnya bisa berasal dari Jakarta, atau bisa juga dari pulau lain seperti Sumatera, Papua, dan lainnya. Hal itu dimungkinkan jika BPP telah dilengkapi IT.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, pengungkit terbesar dalam produksi pertanian adalah SDM. Makanya yang kita perkuat adalah petani, penyuluh poktan, juga gapoktan, termasuk juga petani milenial. SDM pertanian harus diperkuat pengetahuan, pengalaman skill, bahkan semangatnya," terangnya.
"Penguatan BPP Kostratani dilakukan baik dalam fisik berupa bangunan maupun sarana dan prasarana lainnya, juga SDM di BPP. Untuk sarana dan prasarana, BPP kita lengkapi dengan komputer dan khususnya IT. Mengapa IT? Karena IT digunakan untuk komando, untuk pengelolaan kapasitas penyuluh dan petani. Lewat itu juga kita sampaikan bagaimana caranya pengendalian OPT, dan lainnya," tuturnya.
(Baca Juga: Model BPP Kostratani Jadi Harapan Kerek Produksi dan Kesejahteraan Petani )
Menurut Dedi, dengan IT SDM yang ada di BPP juga bisa ditingkatkan kemampuannya melalui pelatihan. Instrukturnya bisa berasal dari Jakarta, atau bisa juga dari pulau lain seperti Sumatera, Papua, dan lainnya. Hal itu dimungkinkan jika BPP telah dilengkapi IT.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, pengungkit terbesar dalam produksi pertanian adalah SDM. Makanya yang kita perkuat adalah petani, penyuluh poktan, juga gapoktan, termasuk juga petani milenial. SDM pertanian harus diperkuat pengetahuan, pengalaman skill, bahkan semangatnya," terangnya.
Lihat Juga :