5 Negara Ini Bukan Anggota IMF, Bisa Tebak?
Senin, 10 Juni 2024 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
IMF bertujuan untuk mendorong kerja sama moneter global, menjamin stabilitas keuangan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong lapangan kerja yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta mengurangi kemiskinan di seluruh dunia.
Tidak semua negara anggota IMF merupakan negara berdaulat, oleh karena itu tidak semua negara anggota IMF menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kuba adalah contoh negara yang bukan anggota IMF, dan oleh karena itu IMF tidak memantau perekonomian mereka. Kuba menarik diri dari IMF, efektif tanggal 2 April 1964.
Kuba memiliki delegasi aktif pada konferensi Bretton Woods tahun 1944 yang menjadi tempat pendirian IMF. Negara ini terlibat dalam sebagian besar perencanaan awal, sejak tahun 1941, dan bekerja sama (tetapi tidak berhasil) dengan negara-negara Amerika Latin lainnya untuk mencoba menetapkan peran moneter perak selain emas.
Kuba sempat bergabung dengan IMF (dan Bank Dunia) pada awal tahun 1946, menjadi salah satu dari 40 anggota asli lembaga tersebut. Selama 12 tahun berikutnya, mereka memainkan peran positif dalam IMF.
Pada tahun 1954, negara ini menjadi negara ke-10 yang menerima seluruh kewajiban Pasal VIII IMF, dan menghindari penggunaan pembatasan nilai tukar dalam perdagangan internasional. Mereka melakukan pinjaman rutin dari IMF pada tahun 1956, yang dilunasi pada tahun berikutnya.
Tidak semua negara anggota IMF merupakan negara berdaulat, oleh karena itu tidak semua negara anggota IMF menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ada 5 negara yang tidak menjadi anggota IMF
1. Kuba
Kuba adalah contoh negara yang bukan anggota IMF, dan oleh karena itu IMF tidak memantau perekonomian mereka. Kuba menarik diri dari IMF, efektif tanggal 2 April 1964.
Kuba memiliki delegasi aktif pada konferensi Bretton Woods tahun 1944 yang menjadi tempat pendirian IMF. Negara ini terlibat dalam sebagian besar perencanaan awal, sejak tahun 1941, dan bekerja sama (tetapi tidak berhasil) dengan negara-negara Amerika Latin lainnya untuk mencoba menetapkan peran moneter perak selain emas.
Kuba sempat bergabung dengan IMF (dan Bank Dunia) pada awal tahun 1946, menjadi salah satu dari 40 anggota asli lembaga tersebut. Selama 12 tahun berikutnya, mereka memainkan peran positif dalam IMF.
Pada tahun 1954, negara ini menjadi negara ke-10 yang menerima seluruh kewajiban Pasal VIII IMF, dan menghindari penggunaan pembatasan nilai tukar dalam perdagangan internasional. Mereka melakukan pinjaman rutin dari IMF pada tahun 1956, yang dilunasi pada tahun berikutnya.
Lihat Juga :