alexametrics

Hore, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp14.139

loading...
Hore, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp14.139
Kurs rupiah berbalik menguat 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.139 per USD. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (11/4/2019) pulih dari keterpurkan. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada petang ini, berbalik menguat atau rebound sebesar 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.139 per USD.

Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.145 per USD, dibanding Rabu lalu di level Rp14.152 per USD. Namun laju rupiah sempat melemah pada penutupan sesi I perdagangan. Kamis ini, rupiah ditransaksikan di level Rp14.139-Rp14.161 per USD.

Hasil ini menjadikan rupiah sebagai mata uang terkuat kedua di Asia, dimana rupee India +0,36%, rupiah +0,09%, dan peso Filipina +0,06%. Sementara baht Thailand dan ringgit Malaysia menjadi mata uang Asia terkoreksi paling dalam, masing-masing -0,13%.



Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada Kamis petang ini, terapresiasi 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp14.135 per USD, dimana kemarin ditutup di posisi Rp14.145 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.130-Rp14.160 per USD.

Menguatnya rupiah didorong oleh sentimen eksternal, dimana bank sentral Amerika Serikat The Fed menyatakan tetap mempertahankan suku bunga dan menunda kelanjutan kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini.

Sikap dovish alias lembut juga dinyatakan Bank Sentral Eropa (ECB). Presiden ECB, Mario Draghi, mengemukakan ECB tidak akan menaikkan suku bunga, merespon kekhawatiran risiko penurunan ekonomi. Ya, pertumbuhan ekonomi zona euro sedang melambat belakangan ini.

Kedua sikap bank sentral tersebut, melansir dari Reuters, membuat indeks USD yang melacak greenback terhadap enam rekan mata uang lainnya, berada di level 96,880, lebih rendah dari perdagangan kemarin di 97,2.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak